Jumat, 6 November 2026
Breaking
Berita Terkini

Ahmad Luthfi Dukung Program Rumah Prabowo untuk Tenaga Kesehatan di Jateng

29 April 2025 · Tri Wahyudi

Kolaborasi Atasi Backlog Perumahan dan RTLH di Jawa Tengah

PanselaNews.com, Kendal – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan dukungan penuh terhadap program rumah untuk tenaga kesehatan yang digagas Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian Kesehatan. Program ini dianggap krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan, dan papan di Jawa Tengah. Acara Akad Massal dan Penyerahan Kunci di Perumahan Puri Delta Asri EXT 1, Kabupaten Kendal, pada Senin (28/4/2025), menjadi bukti komitmen tersebut.

Jawa Tengah menghadapi tantangan besar dengan backlog perumahan mencapai 324.803 unit pada 2024, ditambah 1.297 unit rumah pascabencana yang belum tertangani. Jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) juga signifikan, dengan 1.022.113 unit masih perlu penanganan. Ahmad Luthfi menegaskan bahwa Pemprov Jateng telah menangani 1.800.531 unit RTLH hingga akhir 2024 melalui pendanaan APBN, APBD, CSR, Baznas, dan swadaya masyarakat.

Program rumah subsidi, termasuk KPR FLPP, telah menunjukkan hasil nyata. Hingga 11 April 2025, Jawa Tengah mencairkan 5.336 unit rumah subsidi, dengan 1.109 unit di Kabupaten Kendal, termasuk Perumahan Puri Delta Asri 9 yang telah membangun 615 unit. Menteri Perumahan Maruarar Sirait menyebut kuota 30.000 unit rumah bersubsidi dialokasikan untuk tenaga kesehatan, disamping 20.000 unit masing-masing untuk petani, nelayan, dan buruh.

Ahmad Luthfi menekankan peran pengembang perumahan dalam mendukung pembangunan rumah bersubsidi dan komersial untuk mengatasi backlog. Ia juga merencanakan anggaran untuk menangani 17.000 unit RTLH per tahun melalui kolaborasi dengan stakeholder. “Layanan dasar seperti rumah harus kita kejar,” ujarnya, menegaskan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Salah satu penerima manfaat, Danu, suami perawat Tutut Fitriyani dari RSUD Dr Adhyatma, Semarang, mengaku terbantu dengan program ini. Dengan subsidi besar dan syarat mudah, ia mewujudkan mimpinya memiliki rumah atas nama sendiri setelah 15 tahun. Program ini tidak hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga harapan baru bagi tenaga kesehatan dan keluarganya di Jawa Tengah.(*)