Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 16 Okt 2025 17:03 WIB

Guru di Karanganyar Ciptakan Aplikasi ‘Save Eat Smandakara’ untuk Cegah Keracunan Makanan


					Guru di Karanganyar Ciptakan Aplikasi ‘Save Eat Smandakara’ untuk Cegah Keracunan Makanan Perbesar

 

PanselaNews.com [KARANGANYAR] – Prihatin adanya kasus keracunan yang menimpa siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), seorang guru di Karanganyar tergerak menemukan inovasi deteksi dini makanan melalui aplikasi android. Namanya Save Eat Smandakara. 

Aplikasi ini dirancang sebagai pendeteksi makanan apakah layak makan atau tidak dikonsumsi berdasarkan gambar dan ulasannya.

Penemu aplikasi deteksi makanan ini adalah Taufik Mulyadi, guru ekonomi SMA Negeri 2 Karanganyar. Dia terdorong membuat aplikasi Save Eat Smandakara untuk menghindari agar siswa tidak terdampak keracunan makanan.

BACA JUGA  Demi Kelancaran Pilkada 2024, Polri Kawal Ketat Pengiriman Kotak Suara dari Bawen ke Kaltim

“Aplikasi ini berfungsi untuk mendeteksi kelayakan makanan secara visual. Sehingga, harapannya peristiwa keracunan makanan dapat dihindari,”jelas Taufik kepada media, Kamis, 16 Oktober 2025.

“Saya prihatin, banyak terjadi kasus keracunan pada siswa, termasuk di Karanganyar. Dari situ saya mencoba membuat aplikasi sederhana ini, untuk membantu mendeteksi makanan layak atau tidak dikonsumsi,”imbuhnya.

Taufik menjelaskan, cara kerja aplikasi ini mengidentifikasi dari foto makanan yang dimasukkan ke aplikasi tersebut. Selanjutnya, akan ada ulasan seperti apakah makanan atau botol makanan atau minuman berlendir dan lain sebagainya.

BACA JUGA  Bupati Nur Arifin Serahkan Nota Penjelasan KUA-PPAS APBD Kabupaten Trenggalek Tahun Anggaran 2026

Hasil akhirnya, aplikasi akan memberikan rekomendasi apakah makanan tersebut layak makan atau tidak. Sehingga, makanan tidak perlu disentuh atau diicipi terlebih dulu.

“Kalau rekomendasi aplikasi tidak layak makan. Maka tim akan berkoordinasi apakah program makan itu dilanjutkan apa tidak sebaiknya,” tandasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, sangat gencar menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo ini. Gubernur gerak cepat mendorong semua SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

BACA JUGA  Tim Trauma Healing Pulihkan Keceriaan Anak-anak di Pengungsian di Cilacap dan Banjarnegara

Gubernur juga meminta semua daerah membentuk posko penanganan KLB (Kondisi Luar Biasa) MBG dengan membuka hotline pengaduan.

Hotline aduan program Makan Bergizi Gratis (MBG) provinsi bisa melalui nomor 0811-2622-000 dan Call center JNN 150945. Call Center SaberMaya Dinkes Kota Magelang di nomor 0851-4835-8535, Lapor Cepat Dinkes Kabupaten Banjarnegara di 0812-2900-1003, Hotline MBG Kabupaten Blora di 0811-2655-601, dan Hotline MBG Kota Pekalongan di 0852-2615-0966. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini