Jumat, 6 November 2026
Breaking
Jawa Timur

Pembacokan di Pacitan Renggut Korban Jiwa Lagi, Arga Novalleky Meninggal

24 September 2025 · Redaksi

Arga Novalleky Saputra, bocah 11 tahun korban pembacokan di Pacitan, meninggal setelah dirawat intensif di RS Bethesda Yogyakarta.

Panselanews.com [PACITAN] – Duka mendalam kembali menyelimuti keluarga korban tragedi pembacokan di Dusun Drono, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Kabupaten Pacitan. Arga Novalleky Saputra, remaja berusia 11 tahun, akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, Rabu (24/9/2025).

Arga menjadi korban kekejian mantan pamannya sendiri, AS (45), yang membacok lima orang sekaligus pada Sabtu (19/9/2025) malam. Luka sayatan di bagian wajah membuat kondisinya kritis hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Jenazah almarhum disemayamkan di pemakaman umum Desa Temon pagi ini. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman, diiringi keluarga, warga sekitar, serta aparat dari kepolisian dan TNI yang turut memberikan penghormatan terakhir.

Dengan meninggalnya Arga, jumlah korban jiwa dalam insiden ini bertambah. Sebelumnya, Timi (60), ibu dari mantan istri pelaku, juga tewas akibat serangan brutal tersebut.

Kepala IGD RSUD dr. Darsono, dr. Netty Nurna, menjelaskan kondisi korban lain yang masih dirawat. Eki (27) diperkirakan segera pulang, sedangkan Miskun (60) masih menjalani perawatan pascaoperasi. Miswati kini berada di ruang ICU setelah transfusi darah dan operasi besar.

Diduga, motif pelaku AS berawal dari rasa sakit hati lantaran mantan istrinya berencana menikah lagi. Namun, polisi masih mendalami motif tersebut sembari fokus memburu pelaku yang hingga kini belum tertangkap.

Hingga berita ini dirilis, pelaku yang berprofesi sebagai penjaga sekolah itu masih bersembunyi di hutan sekitar desa. Aparat Polres Pacitan bersama Satuan K9 Polda Jawa Timur terus melakukan penyisiran untuk mempersempit ruang gerak pelaku.

Sementara itu, anak kandung pelaku, Bima (17), telah diamankan sebagai saksi kunci. Polisi berharap kesaksian Bima dapat membantu mengungkap keberadaan ayahnya dan mempercepat penangkapan.

Masyarakat Pacitan berharap aparat segera menangkap pelaku demi mencegah jatuhnya korban berikutnya serta mengakhiri teror yang menimpa warga.(*)

Editor: Tri Wahyudi