FOTO: Sinergi Pengusaha Wonogiri dan PJW
Sinergi Pengusaha Wonogiri dan PJW dorong perantau pulang, kembangkan UMKM, dan perkuat ekonomi daerah melalui kolaborasi usaha lokal.
PanselaNews.com [WONOGIRI] — Sinergi Pengusaha Wonogiri dan PJW menjadi fokus dalam pertemuan silaturahmi antara Persatuan Jurnalis Wonogiri (PJW), pengelola Istana Parna Raya, vendor, serta sejumlah pengusaha asal Wonogiri yang tergabung dalam Sultan Bukit Brenggolo.
Pertemuan tersebut berlangsung di Wonogiri dalam suasana santai melalui makan siang dan ngopi bareng, sekaligus bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-9 Istana Parna Raya.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai pelaku usaha untuk membahas potensi ekonomi daerah serta memperkuat jejaring antar pengusaha lokal. Hadir dalam kesempatan tersebut General Manager Istana Parna Raya, Endang Setyo Ningsih, yang memperkenalkan sejumlah pengusaha dengan latar belakang usaha berbeda.
Beberapa di antaranya adalah Suparno selaku pemilik Istana Parna Raya, Paidi yang bergerak di bidang kontraktor, Sularman pengusaha mie basah dengan pabrik di Yogyakarta, Sumardi (Gebres) yang juga kepala dusun sekaligus petani semangka dan pepaya, Johan pengusaha mebel kayu, serta Parjo yang bergerak di bidang pembukaan lahan dan penyediaan alat berat.
Selain itu hadir pula Syaiful, pensiunan TNI AU yang mengembangkan usaha pupuk organik, serta Om Sys pemilik usaha Omah Buah.
Keberagaman sektor usaha tersebut menunjukkan bahwa Wonogiri memiliki potensi sumber daya manusia yang mampu berkembang di berbagai bidang ekonomi. Hal ini menjadi salah satu poin penting dalam diskusi yang berlangsung selama pertemuan.
Istana Parna Raya sendiri memiliki perjalanan panjang. Usaha ini mulai dirintis pada 2014 dan resmi berdiri pada 2017. Pada awal pengembangannya, Istana Parna Raya juga memiliki fokus kegiatan sosial, termasuk pelayanan bagi sekitar 600 orang lanjut usia yang hidup sendiri serta anak yatim piatu.
Dalam kesempatan tersebut, Suparno menyampaikan gagasan mengenai pentingnya peran perantau asal Wonogiri untuk kembali membangun daerah. Ia menyoroti fenomena banyaknya masyarakat Wonogiri yang sukses di perantauan, namun diharapkan dapat membawa pengalaman dan jaringan usaha kembali ke daerah asal.
“Banyak orang Wonogiri yang sukses di luar daerah. Harapannya, suatu saat bisa kembali dan ikut membangun kampung halaman,” menjadi semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, pembahasan juga menyoroti kondisi UMKM di beberapa wilayah seperti Mojopuro, Jatiroto, Sidoharjo, dan daerah lainnya. UMKM dinilai memiliki potensi besar, namun masih membutuhkan wadah, pelatihan, pendampingan, serta akses pemasaran yang lebih luas agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Penguatan UMKM dipandang penting karena sektor ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, UMKM diharapkan mampu naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
PJW dalam hal ini berperan sebagai jembatan informasi yang memperkenalkan potensi usaha lokal kepada masyarakat luas. Melalui pemberitaan, berbagai kegiatan dan pelaku usaha di Wonogiri diharapkan dapat lebih dikenal dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pengusaha, media, dan masyarakat. Harapannya, sinergi yang terbangun dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Semangat yang diusung dalam pertemuan tersebut menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun Wonogiri, baik melalui pengembangan usaha, pemberdayaan UMKM, maupun ajakan kepada perantau untuk kembali berkontribusi di daerah asal.
Editor: Sarno Kenes










