Foto: KA Batara Kresna di Stasiun Wonogiri. (Dok. PanselaNews)
PanselaNews.com [WONOGIRI] –
PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengumumkan penambahan frekuensi perjalanan Kereta Api (KA) Batara Kresna rute Solo-Wonogiri maupun sebaliknya per 1 Desember 2026. Bila yang semula hanya 4 perjalanan, menjadi 8 perjalanan.
Dari Stasiun Purwosari yang mulanya berangkat pukul 06.00 dan 10.00 WIB, maka mulai 1 Desember 2026 nanti, perjalanan tersedia pada pukul 06.00, 09.00, 13.30, dan terakhir pukul 16.30 WIB.
Sementara itu, perjalanan dari Stasiun Wonogiri berangkat pukul 07.30, 10.30, 15.00, dan terakhir pukul 18.00 WIB.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk mempermudah mobilitas masyarakat di kawasan Solo Raya. Langkah strategis tersebut sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan transportasi publik yang handal.
“KAI Daop 6 Yogyakarta berharap perubahan dan penambahan jadwal perjalanan KA Batara Kresna ini dapat mempermudah mobilitas masyarakat dari Solo ke Wonogiri maupun sebaliknya. Penambahan ini juga menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan alternatif transportasi kereta api dengan frekuensi yang lebih banyak,” ujar Feni Novida Saragih, Kamis 5 November 2026.
Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari catatan volume penumpang sepanjang Januari hingga Oktober 2026 yang mencapai 283.082 pelanggan. Dengan tingkat okupansi harian berkisar antara 80 hingga 100 persen, KA perintis ini terbukti menjadi pilihan utama mobilitas warga lokal maupun wisatawan.
Feni menambahkan bahwa daya tarik KA Batara Kresna juga terletak pada rute perjalanannya yang unik melintasi pusat Kota Solo di Jalan Slamet Riyadi. Pengalaman menyusuri pemandangan perkotaan hingga wilayah pedesaan Sukoharjo dan Wonogiri memberikan daya pikat tersendiri bagi para pengguna jasa.
“Capaian tersebut menunjukkan peran vital KA Batara Kresna sebagai pilihan transportasi publik yang menghubungkan Kota Surakarta dengan Kabupaten Wonogiri. Selain mendukung mobilitas harian, KA ini juga menawarkan pengalaman perjalanan unik melalui lintasan yang melewati kawasan perkotaan hingga pemandangan alam,” katanya.
Meskipun frekuensi perjalanan bertambah, tarif tiket KA Batara Kresna dipastikan tetap tidak berubah, yakni Rp4.000 per orang untuk sekali perjalanan flat. Penumpang dapat memesan tiket mulai H-7 keberangkatan melalui aplikasi Access by KAI atau loket stasiun.
“Penambahan jadwal perjalanan ini adalah wujud komitmen KAI dalam mendengarkan kebutuhan dan masukan dari para pelanggan untuk terus meningkatkan pelayanan. KAI akan terus relevan dan adaptif dalam meningkatkan kenyamanan serta kemudahan bagi seluruh pelanggan,” ujar Feni. (*)
Sumber: RRI
