Candi Sukuh Simbol Unik dan Pesan Manunggal dengan Tuhan
PanselaNews.com [KARANGANYAR] – Candi Sukuh, terletak di lereng selatan Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, memikat pengunjung dengan keunikan arsitektur dan simbolismenya. Berbeda dari candi Hindu atau Buddha, candi ini menampilkan relief dan patung yang mencerminkan spiritualitas asli Jawa, bebas dari pengaruh budaya arus utama pada masanya.
Candi Sukuh dibangun pada 1437 Masehi (1359 Saka), memiliki sengkalan memet di gapura utama bertuliskan “Gapuro Butho Amban Wong”. Tulisan ini menyimpan makna filosofis: angka 1 melambangkan pertemuan jiwa dengan Tuhan, 3 untuk tiga tingkatan kesempurnaan, 5 untuk pengendalian indera, dan 9 untuk sembilan lubang tubuh.
Pesan spiritual candi ini menekankan perjalanan batin menuju manunggal dengan Tuhan di dalam diri, bukan mencari Tuhan di luar seperti dalam agama mainstream. “Manungaling kawulo gusti” menjadi inti ajaran, di mana manusia menyatu dengan sinar Ilahi dalam kesadaran dan jiwanya.
Relief dan patung di candi, yang kerap dianggap eksentrik atau “memalukan”, sebenarnya menyimpan simbolisme mendalam tentang pengendalian nafsu dan pencarian kesucian batin.
Pengunjung diajak melihat melampaui bentuk fisik untuk memahami nilai spiritual Jawa yang otentik. Keunikan Candi Sukuh menjadikannya destinasi wisata sejarah dan spiritual yang wajib dikunjungi.
Dengan panorama Gunung Lawu sebagai latar, candi ini mengajak wisatawan merenungi makna hidup dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta dalam cara yang sangat personal. (*)
Editor: Sarno Kenes










