PanselaNews.com,Jakarta – Cokelat yang Anda terima atau berikan di Hari Valentine mungkin berasal dari tangan para petani kakao Indonesia! Menurut data Direktorat Jenderal Perkebunan (2023), Indonesia masuk jajaran produsen kakao terbesar dunia dengan luas lahan mencapai 1,2 juta hektar dan produksi tahunan 600 ribu ton. Dari Aceh hingga NTT, berikut 10 daerah penghasil kakao terbesar yang mendukung industri cokelat global:
Sulawesi Tengah (SULTENG): Luas 267.251 ha, produksi 129.919 ton.
Sulawesi Tenggara (SULTRA): 217.902 ha, hasilkan 101.736 ton.
Sulawesi Selatan (SULSEL): 176.224 ha, produksi 79.776 ton.
Sulawesi Barat (SULBAR): 141.517 ha, hasilkan 67.150 ton.
Aceh: 93.430 ha, produksi 35.596 ton.
Lampung: 76.544 ha, hasilkan 45.639 ton.
Sumatera Barat (SUMBAR): 63.421 ha, produksi 36.184 ton.
NTT: 61.065 ha, hasilkan 20.897 ton.
Sumatera Utara (SUMUT): 53.409 ha, produksi 37.969 ton.
Jawa Timur (JATIM): 39.149 ha, hasilkan 20.007 ton.
Baca juga: Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional, Polda Jateng Tanam Bibit Jagung di 4.906 Hektar Lahan Pertanian
Kakao Indonesia tak hanya jadi bahan baku cokelat lokal, tetapi juga diekspor ke pasar Eropa dan Amerika. “Kualitas kakao Indonesia semakin diakui dunia. Ini hasil kerja keras petani dan dukungan pemerintah,” ujar Direktur Jenderal Perkebunan. Jadi, saat menikmati cokelat Valentine, ingatlah kontribusi daerah-daerah ini!
Sumber: @kementan











