Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 17 Mar 2026 18:50 WIB

Cerita Perantau Korban PHK Sampai Sopir Bisa Mudik Gratis Melalui KA Pemprov Jateng


					Cerita Perantau Korban PHK Sampai Sopir Bisa Mudik Gratis Melalui KA Pemprov Jateng Perbesar

Program Mudik Gratis dari Pemprov Jateng menggunakan Kereta Api dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta , Selasa (17/3/2026). 

 

PanselaNews.com [JAKARTA] – Program mudik gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui moda kereta api (KA), menjadi pelipur lara Diatri Prima, yang baru saja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Dia yang berangkat dari Jakarta Timur menuju Purwokerto, sangat terbantu dengan fasilitas tersebut.

“Senang, baru pertama kali ikut. Sangat terbantu, apalagi saya baru kena lay off (PHK),” ujar penumpang KA Jaka Tingkir di Stasiun Pasar Senen, Selasa, 17 Maret 2026.

Menurutnya, biaya tiket kereta yang biasanya mencapai Rp200 ribu, kini bisa dialihkan untuk kebutuhan lain di kampung.

“Jadi bisa berhemat, uangnya buat keperluan lain,” katanya.

BACA JUGA  Catat! Mulai Jumat 20 Desember 2024,Polda Jateng Berlakukan Pembatasan Kendaraan Barang di Jalur Tol dan Non-Tol

Hal serupa disampaikan Solihin, pria berprofesi sopir pribadi yang mudik ke Solo. Dia menyebut, program Mudik Gratis dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menjadi kesempatan baginya untuk tetap bisa pulang kampung.

“Alhamdulillah sangat membantu. Kalau tidak, mungkin saya tidak pulang. Tiket bisa Rp400 ribu sampai Rp450 ribu,” ujarnya di Stasiun Pasar Senen.

Sementara itu, Hanafi, pekerja bengkel, mengaku bisa menghemat hingga hampir Rp1 juta saat mudik bersama keluarga.

“Bisa hemat Rp800 ribu sampai Rp900 ribu.Uangnya nanti buat kebutuhan di kampung,” ungkapnya bersama istri.

Rasa syukur juga disampaikan Susi Ariyani yang mudik bersama putrinya, Safa Aulia. Keduanya turun di Stasiun Solo Balapan, dan mengaku sangat terbantu dengan program tersebut.

“Terima kasih Pak Gubernur atas bantuannya, bisa mudik gratis. Sangat membantu sekali. Semoga ke depannya makin bagus, makin baik,” ujar Susi.

BACA JUGA  BAZNAS Trenggalek Raih Award Kategori Koordinator Terbaik dengan Pemda

Berdasarkan data Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, program mudik gratis 2026 tidak hanya menggunakan bus, tetapi juga kereta api dengan total kapasitas 3 rangkaian KA berjumlah 1.288 orang. Rinciannya KA Jaka Tingkir dengan kapasitas 576 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026) pukul 11.50 WIB, yang dilepas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. KA ini melintasi Stasiun Pasar Senen -Jatinegara-Cikarang -Haurgeulis -Jatibarang -Gombong -Kroya -Purwokerto -Bumiayu -Cirebon Prujakan -Kebumen -Kutowinangun -Kutoarjo -Wates-Lempuyangan-Klaten -Purwosari-Solo Balapan.

Kedua, KA Tawang Jaya dengan kapasitas 640 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen, Selasa (17/3/2026) pukul 18.25 WIB. Pelepasan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. KA ini relasi Pasar Senen-Bekasi-Cikarang -Haurgeulis-Jati Barang -Cirebon Prujakan-Babakan -Brebes -Tegal-Pemalang-Pekalongan-Weleri一Semarang Poncol.

BACA JUGA  18 Polres di Jawa Tengah Ganti Pucuk Pimpinan, Kabid Humas : Wujud Kesiapan Polri Hadapi Tahun 2025

Selanjutnya, KA tambahan dengan kapasitas 72 seat, berangkat dari Stasiun Pasar Senen pada Selasa (17/3/2026) pukul 14.20 WIB, relasi Stasiun Pasar Senen-Bekasi-Haurgeulis-Jatibarang-Cirebon-Purwokerto -Kroya -Karanganyar -Kutoarjo -Wates -Yogyakarta -Klaten -Solo Balapan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, dirinya telah melepas keberangkatan pemudik KA gratis.

“Yang mudik gratis ini kita fasilitasi untuk para masyarakat kita sebagai pekerja informal. Di antaranya adalah pembantu rumah tangga, kemudian kuli bangunan, ojol, tukang bakso, banyak sekali bermacam-macam yang kerja informal di wilayah Jakarta,” ujar

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini