Ribuan Warga Meriahkan Prosesi Syukur Nelayan di Pantai Karanggongso
Panselanews.com [TRENGGALEK] – Tradisi Labuh Laut Larung Sembonyo kembali memukau ribuan warga di Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Trenggalek, pada Rabu, 28 Mei 2025. Upacara adat tahunan ini, yang dihelat setiap Senin Kliwon bulan Selo dalam penanggalan Jawa, menjadi wujud syukur nelayan atas limpahan hasil laut sekaligus doa keselamatan saat melaut.
Acara diawali dengan kirab meriah, mengarak tumpeng agung, gunungan hasil bumi, dan sesajen dari Kantor Desa Tasikmadu menuju Pantai Bangkokan, Karanggongso. Tumpeng sesajen berisi 48 jenis persembahan, termasuk boneka sembonyo dari tepung ketan yang melambangkan pengantin, dilarung ke laut sebagai simbol harmoni dengan alam. Prosesi ini diikuti ratusan perahu nelayan, menciptakan pemandangan spektakuler di Teluk Prigi.
Unsur TNI-Polri dari Koramil 0806-07/Watulimo dan Polsek Watulimo turut hadir, memastikan keamanan dan berbaur dengan warga. “Tradisi ini cerminan identitas nelayan. TNI-Polri mendukung pelestarian budaya sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat,” ujar Serka Siswanto, Bati Komsos Koramil Watulimo, dikutip dari lintasjatimnews.com. Sebanyak 30 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan jalur dan lokasi acara.
Ketua Adat Karanggongso, Yahman, menjelaskan Larung Sembonyo berakar dari kisah Tumenggung Yudha Negara yang membuka Teluk Prigi pada abad ke-16, diperingati sejak 1985. “Tradisi ini menjaga harmoni dengan laut dan leluhur,” katanya. Acara juga dimeriahkan lomba perahu kunting, pengajian akbar, dan wayang kulit, menarik 7.500 pengunjung, termasuk wisatawan dari Surabaya dan Malang, berdasarkan data Disparbud Trenggalek.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengapresiasi sinergi masyarakat dan TNI-Polri. “Larung Sembonyo bukan hanya adat, tapi magnet wisata budaya yang dongkrak ekonomi lokal,” ujarnya, menargetkan 1 juta kunjungan wisatawan pada 2025. Pemkab berencana memasukkan olahraga pantai seperti standup paddle boarding pada 2026.(*)
Editor: Tri Wahyudi










