PanselaNews.com (TRENGGALEK) – Sejumlah warga yang merupakan anggota atau nasabah mendatangi kantor Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Madani di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Selasa, 10 Juni 2025.
Kedatangan warga tersebut untuk menanyakan sekaligus meminta pertanggungjawaban terkait dengan dana anggota atau nasabah.
Bendahara KSPP Syariah Madani, Nurkholison, langsung menemui para demonstran yang menuntut pencairan simpanan anggota.
Dalam keterangannya, Nurkholison meminta waktu kepada para anggota untuk menggelar rapat bersama pengurus sebelum memberikan jawaban atas tuntutan.
“Kami menyampaikan kepada anggota bahwa kalau kemudian tuntutan hari ini akan saya bawa ke rapat pengurus,” ujar Nurkholison.
Permintaan waktu tersebut tidak sesuai dengan harapan sebagian anggota yang menginginkan jawaban langsung saat aksi berlangsung. Namun, Nurkholison menegaskan bahwa keputusan koperasi harus melalui mekanisme rapat pengurus.
“Kami meminta waktunya untuk melakukan koordinasi bersama pengurus lainnya. Saya perlu rapat untuk memutuskan,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa posisi simpanan anggota saat ini sedang berada di tangan anggota lain dalam bentuk pinjaman. Karena itu, pihaknya memerlukan waktu untuk melakukan pencairan secara bertahap.
Nurkholison menjanjikan bahwa jawaban resmi dari pengurus akan disampaikan dalam waktu satu minggu. Ia juga menegaskan komitmen koperasi untuk bertanggung jawab atas situasi yang terjadi.
“Sekali lagi Madani bertanggung jawab,” tegasnya.
Ia menambahkan, Ketua KSPP Syariah Madani sedang menjalankan ibadah haji. Namun, ia akan tetap berupaya menyampaikan hasil rapat pengurus kepada para anggota dalam waktu yang dijanjikan.
Sementara itu, untuk memastikan aksi berlangsung lancar dan tetap kondusif. Polres Trenggalek mengerahkan sejumlah personelnya untuk melakukan pengamanan selama aksi berlangsung.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, melalui Kasihumas Iptu Susila Basuki, mengungkapkan. Polres Trenggalek mengerahkan sedikitnya 167 personel gabungan dari tingkat Polres dan Polsek jajaran.
“Penggunaan perkuatan disesuaikan dengan tingkat kerawanan yang mungkin timbul,” ujar Iptu Susila.
Lebih lanjut Iptu Susila menerangkan, dalam pengamanan aksi hari ini mengedepankan pola preventif humanis. Artinya, lebih mengutamakan upaya pencegahan dan dialogis serta menjembatani apa yang menjadi keinginan peserta dengan sasaran aksi.
“Alhamdulillah, hingga selesai kegiatan, semua berjalan aman dan lancar. Ini tentunya juga berkat kerjasama yang baik dari semua pihak termasuk peserta aksi yang telah bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif,” pungkasnya. (*)
Editor: Sarno Kenes
Sumber: Humas Polres










