Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 30 Agu 2026 15:44 WIB

Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan


					Silaturahmi Akbar di Solo, Kapolri dan 6.500 Eks Anggota JI Perkuat Komitmen Kebangsaan Perbesar

 

PanselaNews.com [SURAKARTA] – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menghadiri acara Silaturahmi Akbar bersama Garda Satya NKRI di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah, Minggu, 30 Agustus 2026.

Kegiatan tasyakuran dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia ini dihadiri oleh sekitar 6.500 eks anggota Jemaah Islamiyah (JI) dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Garda Satya NKRI adalah wadah bagi para mantan anggota JI yang dipimpin oleh Ustadz Para Wijayanto (Mantan Amir JI). Acara ini adalah implementasi nyata dari road map sistematis selama 5 tahun yang disusun oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror (AT) Polri pasca-deklarasi pembubaran JI pada 30 Juni 2024 lalu.

Kepala Densus 88 AT Polri, Inspektur Jenderal Polisi Sentot Prasetyo, S.I.K., dalam laporannya menegaskan komitmen penuh kepolisian dalam mengawal proses reintegrasi sosial para mantan anggota JI agar kembali setia pada ideologi Pancasila.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Subianto Gelar Salat Idulfitri Perdana di Masjid Istiqlal

Hingga saat ini, sebanyak 7.942 eks anggota di 28 provinsi telah aktif mengikuti program pembinaan dan 19 pelatihan kemandirian ekonomi yang difasilitasi oleh Polri bersama kementerian terkait.

Rangkaian acara juga diisi dengan diskusi panel strategis yang mengupas tuntas masa depan program integrasi. Diskusi yang dimoderatori oleh Ust. Bambang Sukirno ini menghadirkan tiga narasumber utama: Brigjen Pol. Tubagus Ami Prindani, S.I.K. (Wakadensus 88 AT), memaparkan materi mengenai perjalanan eks anggota JI dan roadmap integrasi.Ust. Ir. Para Wijayanto (Dewan Pakar Rumah Wasathiyah), mengulas pemahaman Wasathiyah (moderat) dalam mencintai negara. Prof. Dr. H. Muhammad Saerozi, M.Ag (Wakil Rektor Bid. Administrasi Umum UIN Salatiga), memproyeksikan program penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Dalam diskusi tersebut, mantan Amir JI yang kini tergabung dalam Garda Satya NKRI, Ustaz Para Wijayanto, menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan jajaran Polri atas pendekatan yang dilakukan dalam penanganan terorisme. Ia menegaskan bahwa keputusan untuk membubarkan JI dan kembali ke NKRI bukan dilakukan karena tekanan, melainkan melalui proses perubahan dan musyawarah di internal organisasi.

BACA JUGA  Gerimis dan Hujan Lebat Guyur Jatim Hari Ini, Waspada Petir!

“Kami kembali bukan berdasarkan tekanan, tapi memang perubahan metode dalam penanganan terorisme yang tepat. Kami bisa berubah, membubarkan diri dengan sukarela berdasarkan musyawarah-musyawarah mufakat dan kembali ke NKRI,” ujar Ustad Para Wijayanto.

Menurutnya, keputusan tersebut juga diikuti keinginan untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia, Para anggota Garda Satya NKRI diharapkan dapat mengaktualisasikan kemampuan yang dimiliki melalui berbagai bidang yang selama ini ditekuni, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyambut komitmen tersebut dengan mendorong Garda Satya NKRI untuk tidak berhenti pada keputusan kembali ke NKRI, tetapi melanjutkannya melalui kontribusi nyata. Ia melihat terdapat berbagai potensi yang dapat dikembangkan, mulai dari kewirausahaan, ekonomi, dakwah hingga kegiatan kemanusiaan.

BACA JUGA  Menhan Prabowo Subianto Terima Penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Utama Polri

“Beliau-beliau memiliki keinginan kuat untuk kemudian bisa mengaktualisasikan apa yang beliau miliki di bidang-bidang yang saat ini sudah ditekuni, baik di kewirausahaan, di ekonomi, di bidang dakwah, bahkan keterpanggilan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti bencana ataupun hal-hal lain,” kata Kapolri.

Kapolri menilai semangat tersebut merupakan bentuk nyata keterlibatan warga negara dalam membangun bangsa. Menurutnya, para anggota Garda Satya NKRI dapat bersama-sama dengan Polri dan institusi lainnya mengambil peran dalam menghadapi berbagai ancaman maupun tantangan yang dapat membahayakan bangsa dan negara.

“Mari kita bersama-sama bersatu menjaga keberagaman yang ada dalam satu ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini betul-betul bisa kita dorong untuk menjadi negara maju sesuai dengan tujuan nasional kita mew

Penulis

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini