Pemindahan CFD Dalan Anyar ke Jln HOS Cokroaminoto menjadi sorotan di jagad medsos Ponorogo. (Foto:ist)
PanselaNews.com,Ponorogo- Jagad medsos Kota Ponorogo hari ini ramai dengan kabar mengejutkan seputar pemindahan Car Free Day (CFD) dari Dalan Anyar ke Jalan HOS Cokroaminoto.
Kabar yang awalnya hanya berupa selentingan atau kabar burung ini akhirnya terbukti dengan terpasangnya banner di sepanjang lokasi CFD.
Informasi tersebut menyebutkan bahwa CFD akan resmi pindah pada 9 Februari 2025. Banyak warga dan pedagang yang mengaku kaget dengan keputusan ini. “Terus terang kaget, bingung Mas… karena kami belum dapat sosialisasi teknis seperti apa. Ya taunya ada banner tulisan tanggal 9 Februari 2025 pindah ke Jln HOS Cokroaminoto. Kalau jujur, kami lebih senang di Dalan Anyar,” tutur salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
CFD Dalan Anyar memang menjadi lokasi favorit warga Ponorogo setiap Minggu pagi. Selain untuk berolahraga, CFD juga menjadi tempat untuk ‘njejret’, istilah khas Ponoragan yang merujuk pada aktivitas jajan kuliner sepuasnya.
Pemindahan ini tentu memunculkan tanda tanya besar di kalangan warga dan pedagang yang sudah terbiasa beraktivitas di lokasi tersebut.
Sementara itu, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko bersama forum lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) menggelar rapat membahas pemindahan lokasi car free day (CFD) di ruang Bantarangin, Senin (3/2/2025). CFD dari semula di Jalan Suromenggolo (Jalan Baru) mulai 9 Februari dialihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto sampai Alun-alun.
Sementara itu, Bupati Ponorogo Sugiri mengatakan, pemindahan CFD itu dilakukan bukan tanpa alasan. Pemkab bersama Forum LLAJ ingin memfasilitasi sekaligus memberikan ruang yang cukup bagi warga yang hendak berolahraga setiap hari Minggu pagi.
“CFD sudah ada di Jalan HOS Cokroaminoto sampai Jalan Jenderal Sudirman sambil jalan baru ditertibkan, yang indah dan rapi. Jadi jalan HOS Cokroaminoto sampai Jalan Jenderal Sudirman dijadikan untuk arena bersama family atau bersama siapapun pagi hari. Jadi fix tanggal 9 Februari uji coba,” ujarnya seperti dilansir dari KBRN,Sabtu (9/2).
Sementara itu berkaitan dengan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di jalan baru, tetap diperbolehkan berjualan di lokasi semula. Hanya saja, ia meminta mereka menjaga ketertiban dan keindahan dengan tidak berjualan di badan jalan.
Jam dagangnya pun dibatasi. Hal itu bertujuan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Masih boleh jualan, tapi jangan di badan jalan karena itu milik pengendara dan pejalan kaki. Kalau mau jualan ya di tepi jalan. Nanti pengumumannya akan dipasang oleh Dinas Pariwisata,” terangnya.
Selama CFD, Jalan HOS Cokroaminoto hingga Alun-alun selatan jalan Jenderal Sudirman ditutup sementara. Penutupan dimulai pukul 05.00-09.00 WIB, setelah jam itu baru dibuka kembali.
“CFD dijalankan di jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Jenderal Sudirman dengan tidak mengurangi yang ada di jalan baru. Tapi yang jualan di badan jalan tidak boleh, karena bahaya,” bebernya. (*)
Editor: Sarno Kenes
