Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 13 Mar 2026 05:41 WIB

Kesiapsiagaan Pengamanan Mudik Lebaran di Jateng Dimulai, Siap Sambut Hangat Pemudik


					Kesiapsiagaan Pengamanan Mudik Lebaran di Jateng Dimulai, Siap Sambut Hangat Pemudik Perbesar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2026 di Mapolda Jateng, Kamis (12/3). 

 

PanselaNews.com [SEMARANG] – Pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 di Jawa Tengah telah dimulai. Hal itu ditandai dengan apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi di Markas Polda Jawa Tengah, Kamis, 12 Maret 2026.

Apel tersebut dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Apel itu juga sekaligus memastikan kesiapan personel serta sarana prasarana, dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran.

Operasi Ketupat Candi difokuskan pada pengamanan arus lalu lintas, tempat ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, hingga objek vital lainnya, agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

Dalam apel tersebut, Gubernur Luthfi membacakan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Amanat itu menegaskan apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen sinergi lintas sektoral, dalam rangka menyukseskan pengamanan mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

BACA JUGA  Sepekan Operasi Zebra Semeru 2025, Tak Pakai Helm Dominasi Pelanggar Lalu Lintas di Trenggalek

“Keberhasilan tugas ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, terus tingkatkan solidaritas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan aman dan nyaman,” amanat Kapolri yang dibacakan gubernur.

Kapolri juga mengingatkan seluruh personel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, serta menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian.

“Selama bertugas, jadikan setiap penugasan sebagai kehormatan, setiap tantangan sebagai panggilan tugas, serta setiap pelayanan kepada masyarakat sebagai ladang ibadah,” beber Kapolri.

Di Jawa Tengah, mobilitas masyarakat selama periode mudik diperkirakan meningkat signifikan. Potensi pergerakan masyarakat menuju Jawa Tengah mencapai sekitar 38,71 juta orang, dengan estimasi 17,7 juta orang masuk ke wilayah Jawa Tengah selama periode mudik.

Mobilitas diperkirakan meningkat terutama di jalur Tol Trans Jawa, jalur Pantura, jalur selatan, serta jalur wisata, mengingat Jawa Tengah tidak hanya menjadi tujuan mudik, tetapi juga daerah transit bagi pemudik menuju Jawa Timur maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

BACA JUGA  Pemerintah Segera Pangkas Regulasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan seperti kemacetan lalu lintas, kecelakaan, kepadatan di rest area, hingga gangguan keamanan.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama instansi terkait juga menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung kelancaran arus mudik, di antaranya melalui posko terpadu, patroli di titik rawan kemacetan, serta penambahan CCTV dan rambu lalu lintas portable.

Selain itu, dilakukan ramp check kendaraan di terminal serta penyediaan program mudik dan balik rantau gratis menggunakan kereta api dan bus bagi masyarakat.

Di sektor kesehatan, pemerintah menyiapkan 369 rumah sakit, 883 puskesmas, empat Balkesmas, satu Balai Kesehatan PAK Provinsi, 430 klinik utama, serta 2.067 klinik pratama, untuk mendukung layanan kesehatan selama periode Lebaran.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ribut Hari Wibowo mengatakan, pihaknya bersama instansi terkait juga menyiapkan berbagai layanan, untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pemudik. Salah satunya, melalui program valet and ride bagi pemudik pengguna sepeda motor dari wilayah Brebes menuju Semarang.

BACA JUGA  Ahmad Luthfi Hadiri Pemakaman Nyai Djamilah, Sosok Panutan Jateng

“Program valet and ride ini disiapkan untuk membantu pemudik roda dua. Kendaraannya akan diangkut menggunakan towing, sementara pemudik diangkut menggunakan bus menuju Semarang,” ujarnya.

Program tersebut disiapkan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan, terutama pada jalur panjang yang menjadi titik rawan bagi pemudik sepeda motor.

Selain itu, aparat juga menyiapkan puluhan posko mudik di sepanjang jalur utama di Jawa Tengah, yang melibatkan berbagai instansi, seperti TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, Basarnas, hingga BPBD, guna memberikan layanan terpadu bagi masyarakat selama perjalanan mudik. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan dan Screening TB Paru bagi Bhabinkamtibmas

3 Juni 2026 - 18:15 WIB

Kementerian Komdigi Latih Ratusan Pelaku UMKM di Wonogiri Berinovasi Dengan AI, Jadi Lokasi Pertama di Indonesia

3 Juni 2026 - 16:20 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

3 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar, Korbannya Warga Amerika Serikat

2 Juni 2026 - 20:10 WIB

Dukung Pencegahan TBC, Polres Wonogiri dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan Bhabinkamtibmas

2 Juni 2026 - 19:51 WIB

Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

2 Juni 2026 - 18:07 WIB

Trending di Berita Terkini