PanselaNews.com, Pekanbaru – Sebanyak 32 korban yang hilang akibat tragedi jatuhnya kendaraan milik PT Empat Res Bersaudara (ERB) ke Sungai Pelalawan akhirnya berhasil ditemukan. Kepala Kantor SAR Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengungkapkan bahwa proses evakuasi berlangsung intensif hingga hari ketiga, dengan enam korban berhasil dievakuasi pada Senin (24/2/2025), diikuti dua korban lainnya pada hari berikutnya.
“Dalam proses pencarian, ada enam orang korban yang berhasil kami evakuasi. Kemudian, dua orang lagi berhasil diselamatkan,” ujar Budi dalam wawancara bersama Pro3 RRI, Selasa (25/2/2025).
Dari total 32 korban, 15 di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 17 lainnya berhasil selamat dengan luka ringan. Budi menambahkan, para korban yang selamat diperkirakan hanya mengalami dampak psikologis ringan. Truk nahas tersebut sebelumnya mengangkut anak-anak dan ibu-ibu yang hendak berbelanja kebutuhan makanan di pasar, dengan jarak tempuh cukup jauh dari tempat tinggal mereka di wilayah barat.
Proses evakuasi tidak berjalan mulus. Tim SAR menggunakan perahu karet, jaring, dan alat berat seperti ekskavator untuk mengangkat truk dari sungai. “Kami juga memakai alat barat dalam proses ini. Namun, arus sungai yang deras dan jarak pandang nol menjadi tantangan tersendiri,” jelas Budi.
Baca juga: Kurir Sabu 12 Kg Kecelakaan di Tol, Polda Jateng Bongkar Jaringan Narkoba
Meski menghadapi kendala, operasi evakuasi berhasil diselesaikan. Para korban selamat telah dipulangkan ke keluarga masing-masing tanpa memerlukan perawatan di rumah sakit. “Alhamdulillah, tidak ada yang dirawat. Namun, beberapa keluarga tentu berduka karena kehilangan anggota keluarga,” tambahnya.
Sementara itu, 15 jenazah korban yang meninggal telah diidentifikasi oleh dokter dari Polda Riau sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. “Proses identifikasi selesai, dan jenazah sudah kembali ke keluarga,” tutup Budi.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat setempat, sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam perjalanan, terutama di wilayah dengan medan sulit seperti Sungai Pelalawan.









