Posko Kesehatan Tangani Warga Karangturi
PanselaNews.com, Klaten – Kasus keracunan massal di Desa Karangturi, Gantiwarno, Klaten, terus bertambah hingga 124 orang per Selasa (15/4/2025) pukul 10:30 WIB. Warga yang menghadiri acara wayangan pada Sabtu (12/4/2025) melaporkan gejala mual, pusing, dan diare usai menyantap nasi kotak berisi rendang, krecek, dan snack. Satu warga, Suparno, meninggal dunia.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dan membuka posko kesehatan di Kampung Bendungan. “Sebagian korban dirujuk ke rumah sakit, sebagian sudah pulang,” ujarnya. Posko terus ramai didatangi warga yang merasakan gejala, termasuk 15 penabuh gamelan dan sinden.
Salah satu korban, Sadimin dari RT 11 Bendungan, mengaku muntah dan diare sejak Minggu pagi. “Perut gruel-gruel setelah makan nasi box,” katanya. Gejala serupa dialami warga dari luar Karangturi, menunjukkan skala keracunan yang luas. Sampel makanan telah dikirim ke laboratorium untuk penelitian.
Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto, menyebut 72 dari 110 korban menjalani rawat jalan akibat dehidrasi karena diare. “Dugaan keracunan dari olahan makanan,” ujarnya. Penanganan melibatkan Dinas Kesehatan, BPBD, dan Polres Klaten, yang juga mengamankan sampel makanan untuk uji lab.
Baca juga: Keracunan Massal di Halalbihalal Klaten, 1 Warga Meninggal
Bupati berharap kasus segera teratasi dengan penanganan cepat. Polres Klaten dan tim Inafis tengah menyelidiki penyebab pasti, sementara warga diminta waspada. Kejadian ini menjadi peringatan pentingnya keamanan pangan dalam acara besar, dengan doa untuk kesembuhan korban terus mengalir.
Sumber: RRI
