Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Jawa Tengah · 15 Apr 2025 08:21 WIB

Keracunan Massal di Halalbihalal Klaten, 1 Warga Meninggal


					Puluhan warga Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten mengalami keracunan masal. Dinas Kesehatan, PMI dan BPBD Klaten menerjunkan tim dilokasi tersebut (Foto: Dok PMi : Adam) Perbesar

Puluhan warga Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten mengalami keracunan masal. Dinas Kesehatan, PMI dan BPBD Klaten menerjunkan tim dilokasi tersebut (Foto: Dok PMi : Adam)

75 Orang Dirawat, PMI Koordinasi Penanganan

PanselaNews.com, Klaten – Puluhan warga Desa Karangturi, Gantiwarno, Klaten, mengalami keracunan massal usai menghadiri acara halalbihalal pada Sabtu (12/4/2025). Gejala mual, muntah, lemas, dan demam dialami anak-anak hingga lansia setelah menyantap snack dan nasi kotak. Hingga Senin malam (14/4/2025), jumlah korban mencapai 75 orang, dengan satu meninggal dunia.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Klaten, Nur Tjahjono Suharto, membenarkan kejadian tersebut. Korban meninggal, Suparno (50), warga Dukuh Wagean, memiliki riwayat sesak napas dan sempat kritis di RS Suradi Tirtonegoro. PMI langsung menerjunkan tim, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPBD.

BACA JUGA  Polres Wonogiri Undang Ustadz Adi Hidayat, Gelar Safari Dakwah Kamtibmas

Kronologi bermula dari pentas wayang kulit dalam rangka halalbihalal pada 12 April. Sehari setelahnya, beberapa warga merasa pening dan mulas, namun gejala memburuk pada 14 April. “Banyak warga yang hadir melaporkan keluhan serupa,” ujar Nur Tjahjono, menjelaskan eskalasi kasus yang memicu penanganan cepat.

BACA JUGA  Berhasil Ungkap Kasus Menonjol, 22 Personil Polres Wonogiri dan 1 Warga Diganjar Penghargaan

Korban keracunan dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk klinik dan rumah sakit di Klaten. Penyebab pasti keracunan masih diselidiki, dengan fokus pada makanan yang disajikan. PMI dan Dinas Kesehatan terus memantau kondisi korban untuk mencegah bertambahnya kasus.

BACA JUGA  Ketua Komisi III DPR RI Sebut Mudik 2025 Paling Lancar

Baca juga: Menteri ESDM Ambil Sikap Tegas Soal Dugaan BBM Tercampur Air di SPBU Trucuk Klaten  

Kejadian ini mengejutkan warga Klaten dan menjadi pengingat pentingnya keamanan pangan dalam acara besar. Masyarakat diminta waspada, sementara otoritas kesehatan mempercepat investigasi. Doa dan dukungan kini mengalir untuk kesembuhan para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

RRI: Qaasid Ahmad Argadiraksa/ Agoes Yoega

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya Resmi Jabat Kapolres Trenggalek

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Wabup Syah Buka Mutiara Under Water Festival and Concervation ke-4

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Trending di Berita Terkini