75 Orang Dirawat, PMI Koordinasi Penanganan
PanselaNews.com, Klaten – Puluhan warga Desa Karangturi, Gantiwarno, Klaten, mengalami keracunan massal usai menghadiri acara halalbihalal pada Sabtu (12/4/2025). Gejala mual, muntah, lemas, dan demam dialami anak-anak hingga lansia setelah menyantap snack dan nasi kotak. Hingga Senin malam (14/4/2025), jumlah korban mencapai 75 orang, dengan satu meninggal dunia.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Klaten, Nur Tjahjono Suharto, membenarkan kejadian tersebut. Korban meninggal, Suparno (50), warga Dukuh Wagean, memiliki riwayat sesak napas dan sempat kritis di RS Suradi Tirtonegoro. PMI langsung menerjunkan tim, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan BPBD.
Kronologi bermula dari pentas wayang kulit dalam rangka halalbihalal pada 12 April. Sehari setelahnya, beberapa warga merasa pening dan mulas, namun gejala memburuk pada 14 April. “Banyak warga yang hadir melaporkan keluhan serupa,” ujar Nur Tjahjono, menjelaskan eskalasi kasus yang memicu penanganan cepat.
Korban keracunan dirawat di berbagai fasilitas kesehatan, termasuk klinik dan rumah sakit di Klaten. Penyebab pasti keracunan masih diselidiki, dengan fokus pada makanan yang disajikan. PMI dan Dinas Kesehatan terus memantau kondisi korban untuk mencegah bertambahnya kasus.
Baca juga: Menteri ESDM Ambil Sikap Tegas Soal Dugaan BBM Tercampur Air di SPBU Trucuk Klaten
Kejadian ini mengejutkan warga Klaten dan menjadi pengingat pentingnya keamanan pangan dalam acara besar. Masyarakat diminta waspada, sementara otoritas kesehatan mempercepat investigasi. Doa dan dukungan kini mengalir untuk kesembuhan para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
RRI: Qaasid Ahmad Argadiraksa/ Agoes Yoega









