PanselaNews.com [SEMARANG] – Tangan Ahmad Muhajir, bocah 9 tahun asal Kabupaten Blora, gemetar sembari memegang tangan dokter yang memeriksanya. Ketakutan terlihat di wajahnya, disertai teriakan pelan saat menjalani pemeriksaan penglihatan di RS Mata JEC Candi, Kota Semarang. Di didampingi oleh kedua orangtuanya, Subandi (52) dan Siti Munawaroh (45), serta kakaknya, keluarga kecil ini berangkat menggunakan ambulans dari RS Bhayangkara dengan penuh harapan.
Pemeriksaan ini adalah impian lama keluarga Muhajir yang terkendala karena keterbatasan biaya. Berkat bantuan Cagub Jateng Ahmad Luthfi, seluruh biaya pengobatan ditanggung, sebuah anugerah terbesar bagi Subandi sekeluarga.
Saat berada di ruang pemeriksaan, alat khusus merekam kondisi mata Muhajir. Dokter Arnila Novitasari, Sp.M (K) mengarahkan sinar cahaya untuk memeriksa fungsi penglihatannya. Hasilnya menyatakan bahwa mata kanan bocah kelas 3 SD LB Jepon ini sudah tidak dapat melihat, sementara mata kirinya masih memiliki sedikit harapan dengan penglihatan samar-samar terhadap cahaya.

Kisah Perjuangan dan Harapan
Muhajir ternyata memiliki riwayat lahir kembar dan prematur. Saudara kembarnya, Muhadi, meninggal beberapa hari setelah lahir, sementara Muhajir harus dirawat menggunakan inkubator yang memberikan efek penguatan pada paru-parunya, namun berdampak pada syaraf matanya. Dokter menjelaskan adanya selaput putih tipis pada bola mata yang tertarik karena pertumbuhan pembuluh darah yang berlebihan.
Kendati kondisi ini tidak dapat disembuhkan melalui operasi, terapi tetap menjadi opsi terbaik bagi mata kirinya. Melalui permainan dengan bola berwarna terang dan suasana rumah yang cukup cahaya, ditambah pemberian obat, diharapkan syaraf penglihatan Muhajir bisa dirangsang agar tetap berfungsi.
Pertemuan Tak Terduga yang Membawa Keajaiban
Sebelumnya, Subandi dan keluarganya pernah secara tak sengaja bertemu Cagub Ahmad Luthfi di sebuah rumah makan satai di Blora. Berawal dari ajakan makan bersama oleh Presiden Jokowi, Ahmad Luthfi mendengar cerita tentang kondisi Muhajir. Dari sanalah bantuan kesehatan ini bermula, yang bagi Subandi adalah wujud nyata rezeki tak terduga dari Tuhan.
Baca juga : Ahmad Luthfi Kunjungi YPAC Solo: Pesan Harapan untuk Anak-Anak Disabilitas
Setelah pemeriksaan di RSUD Blora, langkah menuju RS Mata JEC Candi memberikan pengharapan baru bagi keluarga Subandi. Terlepas dari keterbatasan penglihatan, mereka tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu Muhajir menjalani hidup secara mandiri.
Inspirasi Semangat Keluarga Subandi
Kondisi hidup keluarga Subandi yang sederhana sebagai buruh kasar tak menyurutkan tekad mereka memberikan yang terbaik untuk anaknya. Dengan penuh kebahagiaan, Subandi mengucapkan terima kasih kepada Ahmad Luthfi yang telah memfasilitasi pengobatan putranya.
“Terima kasih kepada Bapak Ahmad Luthfi sekeluarga. Semoga amal baiknya dibalas dengan kebaikan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” ujar pria yang tinggal di Dukuh Kalirejo, Desa Turirejo, Kecamatan Jepon ini dengan penuh haru.
Kisah Muhajir memberikan pelajaran bahwa kasih sayang keluarga dan uluran tangan seorang pemimpin dapat memberikan secercah harapan, bahkan di tengah keterbatasan sekalipun. (*)
Editor : Tri Wahyudi
