Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini Ā· 27 Nov 2025 10:17 WIB

Dewan Trenggalek Sahkan APBD 2026, Hadapi Defisit Imbas Penurunan Dana Transfer Pusat


					Dewan Trenggalek Sahkan APBD 2026, Hadapi Defisit Imbas Penurunan Dana Transfer Pusat Perbesar

APBD Trenggalek 2026 disahkan dengan defisit, ditutup melalui pembiayaan sisa anggaran dan pinjaman daerah.

 

PanselaNews.com [TRENGGALEK] – DPRD Trenggalek mengesahkan Ranperda APBD Kabupaten Trenggalek tahun anggaran 2026 menjadi peraturan daerah melalui rapat paripurna pada Rabu, 26 Nopember 2025. meski sebelumnya terjadi dinamika antara eksekutif dan legislatif terkait penyusunan anggaran di tengah penurunan transfer pemerintah pusat.

Dalam peraturan tersebut disepakati nominal anggaran belanja Kabupaten Trenggalek sebesar Rp. 1 triliun 935 miliar sekian.

Wakil Bupati Trenggalek, Syah Mohamad Natanegara yang hadir mewakili Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin menuturkan, “jadi hari ini itu adalah agenda mengambil salah satu keputusan penting. Yaitu menyetujui Ranperda APBD 2026 menjadi peraturan daerah. Tahun depan seperti yang sama sama kita ketahui bersama dalam setiap berita-berita sejak beberapa bulan yang lalu, kita mengalami devisit sekitar Rp. 120 an miliar. Dan ini menjadi tantangan bagi kita di Pemerintah Kabupaten Trenggalek untuk tetap bisa melakukan inovasi-inovasi di tengah keterbatasan,” kata Wabup Syah, Rabu (26/11).

BACA JUGA  Jateng Dukung Koperasi Merah Putih, 1.066 Desa Siap Putar Ekonomi

Menurut Mas Syah, “untuk APBD kita tahun depan sekitar Rp. 1,9 triliun. Sedangkan untuk menutupi devisit anggaran kita akan melakukan pinjaman daerah sekitar 10% yang sudah kita ACC. Kita akan melakukan penyesuaian dan yang pasti belanja-belanja infrastruktur atau belanja-belanja yang penting akan tetap kita pertahankan,” tambahnya.

Mengenai imbauan salah satu anggota DPRD Trenggalek terkait pengurangan kegiatan seremonial, Mas Syah mengatakan, kita sudah melakukan itu sejak tahun 2025, ketika mulai efisiensi. Makanya kita juga meminta maaf kepada masyarakat apabila biasanya banyak sekali acara-acara di Kabupaten, mulai 2025 sampai kedepan, kira-kira itu akan sangat berkurang untuk porsi tersebut.

BACA JUGA  KPU Magetan Tetapkan Pasangan Nanik - Suyatni Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Sementara itu Ketua DPRD Trenggalek, Doding Rahmadi, usai memimpin sidang paripurna menjelaskan lebih lanjut mengenai persetujuan Perda APBD Kabupaten Trenggalek tahun anggaran 2026.

Menurutnya, ” hari ini kita Alhamdulillah, walaupun dengan sangat berat sekali akhirnya menetapkan APBD kita di tahun 2026. Komposisi kita karena ada tekanan-tekanan penurunan dari pusat, akhirnya kita tetapkan untuk pendapatan sebesar Rp. 1 triliun 866 sekian miliar. Untuk belanja kita sebesar Rp. 1 triliun 935 sekian miliar,” ucapnya.

“Ada devisit Rp. 68 miliar dan devisit ini hanya perhitungan. Jadi nanti akan ditutup dari sisa pembiayaan dari tahun sebelumnya. Dari tahun 2025 itu ada sisa dan itu untuk menutup devisit itu. Jadi dikatakan tekor, itu tidak. Memang perhitungannya seperti itu,” jelas Doding.

Harapan kemarin itu sebenarnya kita itu bisa mencapai Rp. 2 triliun untuk belanja kita, tapi ternyata tidak bisa. Totalnya belanja kita Rp. 1 triliun 935 miliarĀ  sekian itu. Sedangkan untuk faktor yang mengurangi nominal belanja Pemkab Trenggalek, Doding menjelaskan lebih lanjut karena adanya penurunan dana transfer pusat Rp. 153 miliar meskipun ada tambah-tambahan dari pusat seperti DD sekitar Rp. 21 miliar. Hal ini menjadikan nominal belanja kita sebesar Rp. 1,9 triliun.

BACA JUGA  PP Nomor 11 Tahun 2025 Atur THR dan Gaji ke-13 ASN hingga Hakim

Ditanya hutang, Ketua DPRD Trenggalek menjelaskan “sebagian untuk infrastruktur itu akhirnya sekitar Rp. 44 miliar. Terus untuk infrastruktur yang potensi menghasilkan itu sisanya dari Rp. 70 miliar. Ada 2 program besar dan kita harapkan dari pinjaman itu benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tandasnya.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dua Orang Digrebek Polisi, Diduga Produksi Konten Porno di Hotel Tulungagung

16 April 2026 - 19:31 WIB

Kecelakaan Kerja di Giritontro Wonogiri, Satu Warga Meninggal Dunia

16 April 2026 - 16:45 WIB

Wamen Dikdasmen Tinjau Pembelajaran Digital di SD Kanisius Wonogiri, Polisi Pastikan Pengamanan Kondusif

15 April 2026 - 20:40 WIB

Jelang Iduladha, Jateng Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan Keliling Cegah Penyakit Ternak

15 April 2026 - 20:20 WIB

Guru PAI Garda Terdepan Akhlak: Mursyidi Tegaskan Kemuliaan Profesi Guru Tak Lekang oleh Waktu

15 April 2026 - 18:17 WIB

BPBD Jateng Gercep Tangani Banjir Solo Raya, dari Evakuasi Hingga Kebut Pompanisasi

15 April 2026 - 18:02 WIB

Trending di Berita Terkini