PanselaNews.com [Jakarta] – Badan Gizi Nasional (BGN) membuka kesempatan bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menjadi mitra dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program yang resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi, terutama bagi anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Saat ini, program MBG telah bergulir secara bertahap di sejumlah kota/kabupaten di 26 provinsi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa pemerintah membutuhkan sekitar 30.000 mitra untuk memenuhi pasokan makanan bergizi dalam program ini. “Saat ini, sekitar 13.000 mitra sudah bergabung dan aktif menyuplai makanan untuk anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Kami berharap jumlah mitra ini terus bertambah agar program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujar Dadan dalam pernyataan resminya, Selasa (31/12/2024).
Baca juga: Badan Gizi Nasional Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan Saat Ramadan 1446 H/2025
Mitra program MBG dapat berperan sebagai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemasok bahan pangan lokal, atau penyedia makanan/minuman bergizi lainnya. BGN menetapkan tiga syarat utama bagi calon mitra, yaitu:
- Bergerak di bidang penyediaan makanan bergizi, seperti UMKM, koperasi, atau lembaga terkait.
- Menggunakan bahan pangan lokal sebagai bahan utama untuk mendukung kesejahteraan petani dan produksi dalam negeri.
- Memiliki dokumen resmi seperti KTP, NPWP, dan NIB.
Selain itu, calon mitra juga harus memiliki komitmen berkelanjutan, keselarasan visi dengan BGN, dan telah menentukan lokasi serta kelompok sasaran yang terencana. Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi BGN di https://mitra.bgn.go.id/ tanpa dipungut biaya.
Program MBG tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan lokal. Dengan semakin banyaknya mitra yang bergabung, diharapkan program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.(*)
Sumber: indonesia.go.id
Editor: Tri Wahyudi










