PanselaNews.com, Pasuruan – Banjir kembali menerjang Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa, 1 April 2025, bertepatan dengan hari kedua Hari Raya Idulfitri. Dikutip dari laman RRI, genangan mengendam Dusun Gambiran dan Dusun Karangtanjung di Desa Bandaran, Kecamatan Winongan, serta Dusun Kebrukan di Desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati. Kepala Pelaksana BPBD Pasuruan, Sugeng Hariyadi, melaporkan air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 15.00 WIB dengan ketinggian hingga 50 sentimeter, merusak momen Lebaran warga setempat.
Sugeng menjelaskan, banjir dipicu oleh luapan Sungai Lawean dan Sungai Rejoso akibat hujan deras di wilayah hulu sejak siang hari. “Debit air yang tak tertampung membuat sungai meluap ke rumah warga,” ujarnya. Ratusan rumah terendam, terutama di Dusun Karangtanjung dan Kebrukan, meskipun tidak ada laporan korban jiwa. BPBD terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi kenaikan air, terutama jika hujan berlanjut.
Salah satu warga Bandaran, Satuhar, mengaku kehilangan nuansa istimewa Lebaran karena banjir yang datang dua hari berturut-turut. “Kemarin banjir surut tengah malam, sore ini datang lagi sekitar pukul 15.30 WIB,” keluhnya. Ketinggian air di dalam rumahnya mencapai 10-20 sentimeter, sementara di luar rumah antara 40-50 sentimeter. Warga kini fokus membersihkan sisa genangan sambil berharap cuaca segera membaik agar banjir tidak bertambah parah.
Baca juga: Siklon 92S di Selatan Jawa Timur: Pusaran Investasi Berdiameter 667 Km
Kondisi ini menjadi tantangan berat bagi masyarakat Pasuruan di tengah perayaan Idulfitri 1446 H. Banjir yang terjadi sejak 31 Maret hingga 1 April mengganggu aktivitas warga yang baru saja merayakan hari kemenangan. BPBD dan warga setempat kini bersiaga penuh, berharap tidak ada hujan lanjutan yang dapat memperburuk situasi. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan sungai dan antisipasi bencana di musim hujan.(*)









