Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 11 Jul 2026 09:39 WIB

Bendungan Jlantah di Karanganyar Mampu Mengairi 1.500 Hektare Lahan Pertanian, Perkuat Ketahanan Pangan Jateng


					Bendungan Jlantah di Karanganyar Mampu Mengairi 1.500 Hektare Lahan Pertanian, Perkuat Ketahanan Pangan Jateng Perbesar

 

FOTO: Bendungan Jlantah di Karanganyar Jawa Tengah yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring, Jumat (11/7/2026).

PanselaNews.com [KARANGANYAR] – Keberadaan Bendungan Jlantah di Desa Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, akan memberikan manfaat besar bagi sektor pertanian, pengendalian banjir, hingga penyediaan air baku bagi masyarakat. Dengan begitu, akan memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, saat Peresmian Bendungan Jlantah oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring, Jumat, 11 Juli 2026.

Menurut Sumarno, pembangunan bendungan itu merupakan wujud nyata dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan infrastruktur sumber daya air di Jawa Tengah.

Sekda menjelaskan, bendungan itu memiliki kapasitas untuk mengairi sekitar 1.500 hektare lahan pertanian yang telah ada, sekaligus mendukung pengembangan sekitar 229 hektare lahan sawah baru.

Dengan aliran air dari bendungan itu, lanjut dia, lahan pertanian di daerah tersebut diperkirakan bisa ditanam tiga kali selama setahun, dengan menghasilkan rata-rata enam ton gabah per hektare setiap musim tanam. Bendungan Jlantah diperkirakan mampu menopang produksi hingga sekitar 27 ribu ton padi setiap tahun.

BACA JUGA  Petugas Gabungan di Trenggalek Masifkan Sosialisasi Patuh Pajak Kendaraan

“Ini tentu akan meningkatkan kapasitas produksi padi dan memperkuat ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Karanganyar dan sekitarnya,” ujarnya.

Selain mendukung sektor pertanian, Bendungan Jlantah juga akan menyediakan air baku bagi masyarakat dengan kapasitas sekitar 125 liter per detik. Menurut Sumarno, ketersediaan air tersebut akan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih.

Tidak hanya itu, bendungan tersebut juga dirancang untuk mendukung pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan sektor pertanian, tetapi juga sektor energi.

Meskipun telah diresmikan, Sumarno menyebut masih terdapat pekerjaan lanjutan yang perlu segera diselesaikan, yakni pembangunan jaringan irigasi agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal.

Dia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Karanganyar, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mengusulkan pembangunan jaringan irigasi melalui Instruksi Presiden (Inpres).

BACA JUGA  Propam Polres Wonogiri Gelar Waskat dan Gaktibplin Kepada Personel Bintara Remaja Sat Samapta

Sementara itu, kehadiran Bendung Jlantah di Kabupaten Karanganyar membawa perubahan besar bagi sektor pertanian, khususnya bagi para petani di Desa Tlobo. Jika sebelumnya hanya mampu menanam padi dua kali dalam setahun, kini petani dapat melakukan tiga kali musim tanam (MT), dengan hasil panen yang lebih optimal.

Koordinator Kelompok Petani Pemakai Air Desa Tlobo, Sugeng, mengatakan sebelum bendung dibangun, ketersediaan air menjadi persoalan utama, terutama saat musim kemarau.

“Kalau dulu sebelum ada bendung, petani hanya bisa dua musim tanam. Musim tanam ketiga tidak bisa panen, karena kekurangan air. Setelah ada bendung ini, sekarang sudah bisa tiga musim tanam,” ujarnya.

Menurut Sugeng, sebelum bendung beroperasi, petani bahkan harus bergiliran mengatur distribusi air irigasi setiap pekan agar seluruh lahan tetap mendapatkan pasokan air. Namun, upaya tersebut tetap belum mampu mengatasi keterbatasan air pada musim kemarau.

BACA JUGA  Bupati Trenggalek Ikuti Sidang Paripurna DPRD Dengan Agenda Mendengarkan Pidato Presiden RI 

Dia mengungkapkan, kondisi berbeda kini dirasakan petani. Pada Juni hingga Juli, yang sebelumnya menjadi periode paling rawan kekeringan, aliran air kini tetap tersedia.

Sugeng menyampaikan apresiasi kepada pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), yang telah membangun Bendungan Jlantah, sehingga harapan petani terhadap kepastian pasokan air dapat terwujud.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar, karena apa yang menjadi harapan masyarakat akhirnya bisa terpenuhi,” tuturnya.

Meski demikian, Sugeng berharap pemerintah tidak berhenti pada pembangunan bendung utama. Dia meminta agar jaringan irigasi di bagian hilir juga mendapat perhatian, karena masih terdapat dua bendung kecil yang mengalami kerusakan.

Sugeng berharap, perbaikan jaringan irigasi tersebut dapat semakin mengoptimalkan manfaat Bendungan Jlantah, sehingga pasokan air dapat menjangkau seluruh areal pertanian hingga ke wilayah hilir. (*)

Penulis

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini