Ketersediaan air yang terjamin dari embung memungkinkan petani untuk meningkatkan intensitas tanam
Proyek embung “Rondo Kuning” Tengah dibangun di Desa Giriwarno, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri. Foto:PanselaNews
PanselaNews.com [WONOGIRI]– Sebuah embung multifungsi tengah dibangun di Desa Giriwarno, Kecamatan Girimarto,Kabupaten Wonogiri. Embung atau kolam penampung air tersebut sangat vital bagi daerah yang mengandalkan sawah tadah hujan.
Embung berfungsi sebagai cadangan air saat musim kemarau panjang. Petani tidak lagi khawatir gagal panen akibat kekurangan air, karena pasokan air untuk lahan pertanian tetap aman.
Embung ‘Rondo Kuning’ dengan luas sekitar 60 x 90 meter ini dibangun menggunakan anggaran Rp5,3 miliar dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PUSDATARU] Provinsi Jawa Tengah.
Selain menjadi sumber irigasi utama bagi pertanian warga, embung Rondo Kuning ini juga diproyeksikan sebagai destinasi wisata baru dan pusat aktivitas masyarakat.
Kepala Desa Giriwarno Purwanto, memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah Provinsi Jawa Tengah atas dibangunnya embung di wilayahnya.
“Terima kasih kepada Pemprov Jateng atas dukungan dan perhatian terhadap pembangunan di wilayah kami. Semoga Desa Giriwarno ke depan semakin maju dan warga semakin sejahtera,” kata Purwanto di kantornya, Senin, 27 Oktober 2025.
Ia menyebut dengan dibangunnya embung ini menjadi langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus pengelolaan air di wilayahnya.
“Ketersediaan air yang terjamin dari embung memungkinkan petani di Desa Giriwarno untuk meningkatkan intensitas tanam, semoga nanti bisa panen hingga tiga kali dalam setahun,” harapnya.
“Embung ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pertanian, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi baru dan tempat pariwisata,” tambah Purwanto
Dengan menggabungkan fungsi pertanian dan wisata, Embung Rondo Kuning digadang-gadang menjadi contoh kawasan produktif yang mampu memperkuat perekonomian lokal, sekaligus memberi ruang rekreasi baru bagi masyarakat.
Editor: Sarno Kenes









