Ketegangan antara Pendukung dan Penentang Keaslian Ijazah Jokowi Diredam Polres Surakarta
PanselaNews.com, Surakarta – Kediaman mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kutai Utara Nomor 1, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Surakarta, menjadi pusat aksi demonstrasi pada Rabu (16/4/2025) sejak pukul 08.00 WIB. Massa terbagi menjadi dua kubu: yang mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi dan yang mendukungnya. Aksi ini berlangsung dengan ketegangan, namun berkat pengamanan ketat Polres Surakarta, demonstrasi berakhir damai pada pukul 12.00 WIB.

Demo pro dan kontra ijazah Jokowi di Surakarta berlangsung tegang namun damai. TPUA tuntut keaslian ijazah, BSJL dukung Jokowi. Polres Surakarta cegah bentrokan. (Foto: Suwito Amy/ panselanews..com)
Kubu kontra, dipimpin oleh Tim Penyelamat Ulama dan Aktivis (TPUA) di bawah pimpinan Egi Sudjana dari Partai Pemersatu Bangsa, menuntut Jokowi menunjukkan ijazah aslinya secara publik dan membuktikannya di pengadilan. “Jangan sampai mantan presiden kebal hukum. Kami ingin Kapolri menghukum Jokowi jika ijazahnya terbukti palsu,” tegas Egi. Massa kontra juga dihadiri kelompok Aspirasi Banten dan aktivis 98 seperti Ahmad Faid, yang mengaku mendapat intimidasi dari pendukung Jokowi, termasuk kelompok Father, hingga merasa diusir dari lokasi.
Sementara itu, kubu pro Jokowi diwakili oleh Barisan Sudarsono Jokowi Lovers (BSJL) pimpinan Sudarsono, serta kelompok seperti Alap-Alap Jokowi, Projo, dan Tim Reaksi Cepat Solidaritas Merah Putih. Sudarsono menyatakan bahwa mereka datang untuk memberikan dukungan moral kepada Jokowi. “Kami pecinta Jokowi dari 11 negara hadir dengan damai, tapi pembenci Jokowi memprovokasi keributan,” ujarnya.
Jokowi menerima perwakilan TPUA selama 15 menit di kediamannya. Ia menegaskan tidak akan menunjukkan ijazahnya dan akan mengambil jalur hukum terhadap pihak yang memfitnahnya, sebagaimana dikonfirmasi oleh Wakil Ketua TPUA, Rizal Fadilah, kepada wartawan.
Ketegangan sempat terjadi antara kedua kubu, dengan massa kontra merasa diusir dan menuntut pendukung Jokowi juga meninggalkan lokasi. Namun, barisan Polwan dari Polres Surakarta berhasil memisahkan kedua kelompok, mencegah bentrokan fisik. “Polwan kami tetap teguh membentuk pagar betis meski mendapat tekanan,” ujar salah satu petugas keamanan.
Baca juga: Prabowo Beri Keris kepada Jokowi di HUT ke-17 Partai Gerindra, Simbol Rasa Hormat Tinggi
Aksi ini mencerminkan polarisasi masyarakat terkait isu ijazah Jokowi, yang kembali ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk melalui unggahan akun X seperti @SsPasadena dan @Owwalaah.
Meski sempat memanas, demonstrasi berakhir tanpa insiden besar, dan massa dari kedua belah pihak membubarkan diri dengan tertib.









