Jumat, 6 November 2026
Breaking
Berita Terkini

Dewandaru dan Ngloram Jadi Bandara Perintis, Topang Investasi Jateng

27 April 2025 · Tri Wahyudi

Bandara A Yani Internasional, Dorong Pariwisata Karimunjawa & Blora

PanselaNews.com, Jepara – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, berhasil mengembalikan status internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang per 25 April 2025, sesuai Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 26/2025. Status ini menjadikan bandara sebagai pintu gerbang investasi dan pariwisata, khususnya untuk Karimunjawa dan Blora. Pada Minggu (27/4/2025), Luthfi mengecek Bandara Dewandaru, memastikan kesiapan bandara perintis.

Bandara A Yani Semarang kembali internasional, dorong pariwisata Karimunjawa & Blora via bandara perintis Dewandaru & Ngloram. (Foto: Zulkarnain)

Bandara Dewandaru di Karimunjawa dan Ngloram di Blora diaktifkan kembali sebagai bandara perintis untuk mendukung pariwisata dan investasi di utara Jawa Tengah. Luthfi menyoroti agenda Internasional Karimunjawa Skydiving and Adventure (KISA) pada 7-11 Mei 2025, yang akan diikuti 59 negara. Event ini menjadi momen strategis mempromosikan potensi Jawa Tengah ke dunia.

“Status internasional Bandara A Yani mempermudah akses investasi dan pariwisata. Bandara perintis di Karimunjawa dan Blora akan menambah daya dukung,” ujar Luthfi. Ia menegaskan Karimunjawa sebagai destinasi zona hijau yang menarik bagi turis mancanegara dan domestik. Tahun lalu, tercatat 7.000 penerbangan, dan kini diharapkan meningkat signifikan.
Luthfi juga memerintahkan Dinas Perhubungan untuk segera mengatur jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan ke berbagai negara. “Banyak negara berminat membuka penerbangan ke Jateng,” katanya. Langkah ini memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai hub pariwisata dan investasi, dengan Karimunjawa sebagai salah satu unggulan global.

Keberhasilan ini menjadi kado istimewa di hari ke-64 kepemimpinan Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Masyarakat Jateng, terutama di Karimunjawa dan Blora, menyambut antusias, berharap peningkatan ekonomi lokal melalui pariwisata dan investasi. Bandara perintis diharapkan memudahkan akses, mendorong pertumbuhan wilayah utara Jateng.