Panselanews.com, Probolinggo – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus berkomitmen menyukseskan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio putaran I pada 15 hingga 20 Januari 2024 dan putaran 2 pada 19 hingga 24 Pebruari 2024 mendatang.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo. “Kegiatan Sub PIN Polio ini dilakukan karena terjadinya KLB (Kejadian Luar Biasa) Polio di daerah Madura dan Jawa Tengah sehingga seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur wajib melaksanakan Sub PIN Polio,” katanya.
Menurut Tutug, polio merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut, sehingga penting sekali bagi anak-anak untuk diberikan imunisasi polio. Polio tidak bisa diobati, tetapi bisa dicegah dengan dia tetes manis polio.
“Sub PIN Polio ini sasarannya adalah anak usia 0 hingga 7 tahun. Ayo sukseskan Sub PIN Polio dengan datang ke posyandu. Dapatkan vaksin polio di posyandu, sekolah dan puskesmas terdekat,” jelasnya.
Lebih lanjut Tutug menjelaskan vaksin yang diberikn berupa vaksin tetes dan bukan suntikan. Tujuannya untuk mencegah penularan polio di Kabupaten Probolinggo. Jumlah sasaran proyeksi (data Pusdatin) usia 0 hingga 7 tahun di Kabupaten Probolinggo sebanyak 134.943 anak. Jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk Sub PIN Polio 2 putaran sebanyak 6.369 vial.
“Harapannya semua balita usia 0 hingga 7 tahun di Kabupaten Probolinggo bisa tervaksinasi. Target minimal 95% agar tercapai herd imunity terhadap penyakit polio. PIN polio adalah pemberian imunisasi tambahan polio kepada balita tanpa memandang status imunisasi polio sebelumnya,” harapnya.
Tutug mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo untuk mensukseskan sub PIN Polio putaran I dan II dengan membawa putra putri maupun kerabatnya yang berusia 0 hingga 7 tahun ke pos-pos imunisasi agar anaknya terhindar dari polio. Pos imunisasi bisa di puskesmas, posyandu maupun sekolah.
“Semua elemen masyarakat baik pemerintah maupun swasta ikut berkontribusi dalam pelaksanaanya. Vaksin polio ini berupa vaksin tetes jadi harapannya lebih mudah dalam pengaplikasiannya dan tidak ada efek yang berarti setelah pemberian,” pungkasnya. (Ali)









