Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Sinkronisasi Target Sertifikat Halal di Grhadika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (21/4/2026). (Foto: Dok. Pemprov Jateng)
PanselaNews.com [SEMARANG] – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempercepat sertifikasi halal, mendapat apresiasi dari Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Muhammad Aqil Irham.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Sosialisasi Sertifikasi Halal dan Sinkronisasi Target Sertifikat Halal di Grhadika Bhakti Praja, Selasa (21/4/2026).
Aqil menilai, komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah luar biasa. Hal itu terlihat dari kehadiran seluruh sekretaris daerah dari 35 kabupaten/kota, yang datang secara langsung maupun diwakili.
“Ini tentu awal yang baik bagi kita untuk memperkuat ekosistem halal di Jawa Tengah. Semangat membangun ekosistem halal di Jawa Tengah, sangat luar biasa,” ujar Aqil.
Dia menyebut, berdasarkan data Sistem Informasi Halal (SiHalal), capaian sertifikat halal di Jawa Tengah sejak 2022 hingga 2025 menempati posisi kedua nasional, setelah Jawa Barat. Agil optimistis pada 2026 Jawa Tengah dapat menjadi yang pertama.
Menurutnya, mandatori halal tahap pertama untuk produk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan telah selesai pada 2024. Selanjutnya, Oktober 2026 akan diberlakukan mandatori halal tahap kedua untuk produk kosmetik, obat-obatan, dan barang gunaan.
Meski demikian, Aqil mengakui masih ditemukan pelaku usaha yang belum mengurus sertifikat halal. Karena itu, BPJPH terus melakukan pengawasan lapangan, sekaligus mengingatkan pentingnya logo halal sebagai upaya meningkatkan daya saing produk.
“Logo halal penting bagi konsumen, karena memberi rasa nyaman dan aman. Jika sudah ada logo halal, masyarakat yakin proses produk dan bahan-bahannya telah sesuai standar. Tanggung jawab kehalalan produk berada pada BPJPH, Lembaga Pemeriksa Halal, dan Majelis Ulama Indonesia yang memberikan penetapan halal,” terangnya.
Sementara, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, target sertifikasi halal tahun ini mencapai 576.000 sertifikat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis target tersebut dapat tercapai bahkan terlampaui, mengingat dukungan dari berbagai pihak seperti dinas terkait, Baznas, hingga Bank Indonesia.
Upaya itu mendukung tema pembangunan yang diusung di tahun ketiga kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi-Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yakni pariwisata dan ekonomi syariah. Menurut Taj Yasin, sektor pariwisata perlu didukung layanan ramah muslim, mulai dari hotel, tempat makan, hingga food court.
“Kalau kita bicara wisata bukan hanya tempat wisatanya saja, tetapi juga hotel, tempat makan, hingga layanan pendukung lainnya. Ini semua bagian dari pariwisata ramah muslim,” pungkasnya. (*)
Editor: Sarno Kenes










