Festival Nasional Reog Ponorogo Meriahkan 1 Suro dengan Pengakuan Dunia
Panselanews.com [PONOROGO] – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menghadiri puncak perayaan Grebeg Suro 2025 di Alun-alun Ponorogo, Jawa Timur, pada Kamis malam (26/6). Dalam acara yang berlangsung meriah ini, Fadli Zon menyampaikan kebanggaan dan kegembiraannya melalui akun X @fadlizon, menyebut perayaan ini sebagai perpaduan sempurna antara tradisi menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah (1 Suro) dan pelestarian budaya Reog Ponorogo melalui Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXX yang memperebutkan Piala Presiden. Momen ini semakin istimewa dengan pengakuan dunia terhadap Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda (Intangible Cultural Heritage/ICH) UNESCO pada 3 Desember 2024 di Paraguay.
Grebeg Suro, sebuah tradisi tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Ponorogo, menggabungkan unsur budaya, seni, religi, dan pariwisata untuk menyemarakkan Tahun Baru Islam. Acara ini menampilkan kirab pusaka, karnaval budaya, dan penampilan spektakuler dari 40 hingga 41 grup Reog dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, Malang, Yogyakarta, Jakarta, hingga Papua. Puncak acara pada 26–27 Juni 2025 diwarnai dengan pertunjukan seni tradisional, tarian, musik daerah, dan penampilan penyanyi pop Jawa Masdddho, yang berhasil menghibur ribuan penonton.
Fadli Zon menegaskan bahwa Grebeg Suro bukan hanya perayaan seremonial, tetapi juga wujud komitmen pelestarian budaya Indonesia. “Saya merasa gembira dan bangga bisa hadir di tengah Perayaan Grebeg Suro dan Festival Nasional Reog Ponorogo yang sangat luar biasa. Ini adalah perpaduan momen yang sempurna,” ujarnya melalui akun X @fadlizon. Ia juga memuji pengakuan UNESCO terhadap Reog Ponorogo sebagai cerminan kekayaan budaya Indonesia yang memadukan keberanian, solidaritas, dan keindahan tradisi lokal. “Reog Ponorogo adalah kebanggaan kita, dan tugas kita adalah memastikan seni ini terus hidup dan menginspirasi generasi mendatang,” tambahnya.
Pengakuan UNESCO terhadap Reog Ponorogo sebagai Warisan Budaya Takbenda ke-14 dari Indonesia, yang diresmikan dalam Sidang ke-19 Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage di Paraguay pada 3 Desember 2024, menjadi sorotan utama. Menteri Fadli Zon menyoroti bahwa pengakuan ini adalah hasil perjuangan panjang para seniman, tokoh, dan masyarakat Ponorogo. “Inskripsi ini merupakan pengakuan internasional atas kekayaan budaya Indonesia sekaligus seruan untuk melestarikannya di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi,” katanya dalam pesan virtual di sidang UNESCO.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang turut hadir dalam penutupan Grebeg Suro, menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga upaya memajukan pariwisata dan ekonomi kreatif. Ia menargetkan Ponorogo sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN), sebuah ambisi yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan. “Kami ingin menjadikan Ponorogo sebagai kota kreatif dunia, dan Grebeg Suro adalah bukti nyata cinta masyarakat terhadap budayanya,” ujarnya.
Rangkaian Grebeg Suro 2025, yang berlangsung dari 4 hingga 29 Juni, mencakup lebih dari 30 acara, seperti Festival Reog Remaja (FRR) XXI, pawai lintas sejarah, larungan di Telaga Ngebel, dan pameran UMKM. Acara ini juga masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) untuk keempat kalinya, menegaskan posisinya sebagai salah satu event budaya unggulan di Indonesia. Kehadiran tokoh seperti Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Jombang Warsubi, serta Staf Khusus Menteri Kebudayaan Basuki Teguh Yuwono, menambah kemeriahan acara.
Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam memajukan kebudayaan nasional sesuai amanat Pasal 32 ayat 1 UUD 1945. Ia mengajak generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan Reog Ponorogo agar nilai-nilai luhur seperti gotong royong dan solidaritas tetap terjaga. Dengan pengakuan UNESCO dan gelaran Grebeg Suro, Ponorogo semakin kokoh sebagai pusat pelestarian budaya Jawa yang mendunia.









