Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini ยท 22 Mei 2025 19:20 WIB

Festival Bumi Banaran Pacitan Hidupkan Tradisi Adu Kelapa Desa Cemeng


					Festival Bumi Banaran di Desa Cemeng, Donorojo, 19 Mei 2025. (Foto: Suwito Amy/ PNN)

Perbesar

Festival Bumi Banaran di Desa Cemeng, Donorojo, 19 Mei 2025. (Foto: Suwito Amy/ PNN)

Warisan Tumenggung Jagakarya Abadikan Sejarah di Senin Legi

Panselanews.com [PACITAN] – Festival Bumi Banaran di Desa Cemeng, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kembali digelar meriah dengan tradisi adu kelapa Sangkan Paraning Dumadi pada Senin Legi bulan Longkang. Acara tahunan ini menghidupkan sejarah Tumenggung Jagakarya dari Keraton Surakarta Hadiningrat, yang mengganti nama Desa Banaran menjadi Desa Cemeng pada 1825, pasca-Perang Diponegoro.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji turut memeriahkan acara dengan ikut adu kelapa, disambut sorak sorai warga. (Foto: Suwito Amy/ PNN)

Menurut Agus Winarno S.IP, Ketua Laskar Bumi Banaran, tradisi ini berawal dari kunjungan Tumenggung Jagakarya ke Dusun Singkil, didampingi Ki Reto Gati, Bekel Trenggono, dan Nyi Gendamsari. Warga menyambut dengan hasil bumi dan air kelapa. Saat Jagakarya dan Bekel Trenggono mengadu dua kelapa hingga pecah, asap hitam (cemeng) dan putih (kemukus) muncul, menjadi cikal bakal nama Desa Cemeng dan Kemukus. Jagakarya lantas memerintahkan peringatan tahunan dengan adu kelapa dan wayang kulit setiap Senin Legi bulan Longkang untuk menjaga warisan budaya.

Festival ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menarik wisatawan untuk menyaksikan kirab budaya dan potensi lokal Desa Cemeng, seperti makam kuno di Dusun Petung dan Goa Songlidah. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji turut memeriahkan acara dengan ikut adu kelapa, disambut sorak sorai warga.

Acara ini memperkuat identitas budaya Pacitan sekaligus mengedukasi generasi muda tentang sejarah desa. Masyarakat diajak menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah modernisasi.

Editor: Tri Wahyudi

BACA JUGA  Polda Jateng dan Jajaran Amankan Kunjungan Presiden RI di Magelang

Artikel ini telah dibaca 106 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur Saat Perayaan Waisak

1 Juni 2026 - 21:24 WIB

Polres Wonogiri Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Terhadap Nilai-nilai Kebangsaan

1 Juni 2026 - 17:59 WIB

Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahap Lelang

1 Juni 2026 - 16:46 WIB

Kapolres Trenggalek Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

1 Juni 2026 - 11:53 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pegawai di Lingkup Sekda Trenggalek Gelar Upacara

1 Juni 2026 - 10:22 WIB

Kapolres Trenggalek Hadiri Panen Raya Padi Organik

29 Mei 2026 - 18:24 WIB

Trending di Berita Terkini