Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 30 Mar 2025 16:19 WIB

Gempa 5,4 Magnitudo Guncang Banda Aceh, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami


					Gempa 5,4 magnitudo guncang Banda Aceh 30 Maret 2025, tak ada korban, BMKG: tak berpotensi tsunami/ Foto: BMKG Perbesar

Gempa 5,4 magnitudo guncang Banda Aceh 30 Maret 2025, tak ada korban, BMKG: tak berpotensi tsunami/ Foto: BMKG

BNPB: Tidak Ada Korban Jiwa, Masyarakat Diminta Waspada Gempa Susulan

PanselaNews.com, Banda Aceh – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, pada Minggu, 30 Maret 2025, pukul 09.58 waktu setempat. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 kilometer, tepatnya pada koordinat 5,63 Lintang Utara (LU) dan 95,47 Bujur Timur (BT). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami, meski guncangannya terasa kuat selama 2-3 detik di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Jokowi Turun Gunung Kampanyekan Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Purwokerto

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari (Aam), menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat gempa tersebut. “Berdasarkan kajian sementara, situasi masih terkendali dan belum ada dampak besar yang dilaporkan,” ujar Aam dalam siaran pers resmi pada Minggu, 30 Maret 2025. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banda Aceh terus memantau kondisi pascagempa untuk memastikan keamanan warga.

BACA JUGA  Delapan Petasan dan Balon Udara Ditemukan Pasca-Ledakan di Ponorogo

BMKG dan BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja. Abdul Muhari menekankan pentingnya langkah mitigasi saat gempa terjadi, seperti berlindung di bawah meja yang kokoh, menghindari material kaca, dan mengevakuasi diri ke lapangan terbuka setelah guncangan berhenti. “Kesiapsiagaan adalah kunci untuk mengurangi risiko,” tambahnya. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang guna menghindari kepanikan.

BACA JUGA  Wagub Jateng Taj Yasin Sambut Panitia Waisak & Thudong, Siap Gelar Perayaan di Borobudur

Baca juga: Update Gempa Myanmar: Korban Tewas Sudah Lebih Dari 1.000 Orang

Gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Aceh, yang terletak di zona rawan gempa, membutuhkan kesadaran tinggi terhadap bencana alam. BNPB mengajak pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan edukasi mitigasi bencana demi keamanan bersama. Meski tidak ada kerusakan besar kali ini, kesiapan menghadapi gempa di masa mendatang tetap menjadi prioritas utama untuk meminimalkan dampak yang tidak diinginkan.(*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ribuan Lampion Terangi Langit Borobudur Saat Perayaan Waisak

1 Juni 2026 - 21:24 WIB

Polres Wonogiri Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Komitmen Terhadap Nilai-nilai Kebangsaan

1 Juni 2026 - 17:59 WIB

Perbaikan Jalan Randublatung-Cepu Masuk Tahap Lelang

1 Juni 2026 - 16:46 WIB

Kapolres Trenggalek Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

1 Juni 2026 - 11:53 WIB

Peringati Hari Lahir Pancasila, Pegawai di Lingkup Sekda Trenggalek Gelar Upacara

1 Juni 2026 - 10:22 WIB

Kapolres Trenggalek Hadiri Panen Raya Padi Organik

29 Mei 2026 - 18:24 WIB

Trending di Berita Terkini