Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 28 Mar 2025 14:52 WIB

Gempa Kuat M7.4 Guncang Myanmar, Gedung di Bangkok Runtuh


					Dampak gempa ini tidak hanya terbatas di Myanmar. Akun X @NawalaKarsa melaporkan getaran kuat dirasakan hingga Bangladesh, India, Laos, Thailand, dan Tiongkok. Di Bangkok, Thailand, gempa ini menyebabkan kepanikan setelah sebuah proyek gedung tinggi runtuh akibat guncangan./ Foto: REUTERS/Ann Wang Perbesar

Dampak gempa ini tidak hanya terbatas di Myanmar. Akun X @NawalaKarsa melaporkan getaran kuat dirasakan hingga Bangladesh, India, Laos, Thailand, dan Tiongkok. Di Bangkok, Thailand, gempa ini menyebabkan kepanikan setelah sebuah proyek gedung tinggi runtuh akibat guncangan./ Foto: REUTERS/Ann Wang

Efek Gempa Doublet Terasa Hingga 6 Negara

PanselaNews.com, Mandalay – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7.4 mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025) pukul 14:21 waktu setempat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa terletak pada koordinat 21.7°U dan 95.7°T, dengan kedalaman 57 km, sekitar 55 km barat daya Mandalay. Dr. Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, melalui akun X @DaryonoBMKG menyebutkan bahwa Myanmar diguncang dua gempa besar berturut-turut, M7.6 dan M7.2 (doublet), dengan selisih waktu hanya 11 menit. Gempa dangkal ini berpotensi menyebabkan kerusakan signifikan.

Titik Episentrum Gempa Myanmar/ Foto: Ist

Dampak gempa ini tidak hanya terbatas di Myanmar. Akun X @NawalaKarsa melaporkan getaran kuat dirasakan hingga Bangladesh, India, Laos, Thailand, dan Tiongkok. Di Bangkok, Thailand, gempa ini menyebabkan kepanikan setelah sebuah proyek gedung tinggi runtuh akibat guncangan. Insiden tersebut menambah kekhawatiran akan kerusakan infrastruktur di wilayah yang terdampak, terutama karena sifat gempa doublet yang jarang terjadi dan memiliki daya rusak tinggi.

BACA JUGA  Stafsus Presiden Angkie Yudistia Apresiasi Kapolri Beri Peluang Difabel Jadi Polisi

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Malang, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Dr. Daryono menegaskan bahwa gempa ini terjadi di zona hiposenter dangkal, yang meningkatkan risiko kerusakan berat di permukaan. Meski demikian, tidak ada laporan ancaman tsunami yang dikeluarkan hingga saat ini. Warga di wilayah terdampak diimbau untuk waspada terhadap potensi gempa susulan dan memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk. Informasi ini menjadi perhatian serius bagi otoritas setempat untuk segera melakukan evaluasi dan tanggap darurat.(*)

BACA JUGA  DLH Berikan Sosialisasi Pembayaran Retribusi Sampah Gunakan Virtual Account

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sambut Bulan Kemerdekaan, PJW Resmi Meluncurkan Program HALO PJW untuk Wadah Laporan Warga

30 Juli 2026 - 10:57 WIB

Bocah SD Boyolali Ini Bikin Bangga Jateng, Raih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi

29 Juli 2026 - 20:28 WIB

Tongkat Komando Polres Wonogiri Resmi Berganti, AKBP Haris Munandar Resmi Pimpin Polres Wonogiri

29 Juli 2026 - 18:51 WIB

Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran

29 Juli 2026 - 16:36 WIB

Kombes Pol Yuliyanto Resmi Menjabat Kabid Humas Polda Jateng, Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers

29 Juli 2026 - 15:21 WIB

Mencuri di Kamar Kost, Pria Ini Diringkus Warga Sebelum Diserahkan ke Polisi

29 Juli 2026 - 11:00 WIB

Trending di Berita Terkini