Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

UMUM · 12 Feb 2025 21:42 WIB

Gua Safarwadi: Viral Sebagai Jalan Menuju Mekkah, Namun Fakta Berbeda


					Gua Safarwadi di Pamijahan, Tasikmalaya, Jawa Barat/ Foto: muhammadiyah.or.id Perbesar

Gua Safarwadi di Pamijahan, Tasikmalaya, Jawa Barat/ Foto: muhammadiyah.or.id

PanselaNews.com, Tasikmalaya –  Gua Safarwadi di Pamijahan, Tasikmalaya, Jawa Barat, tengah menjadi perbincangan hangat setelah viral sebagai jalan menuju Mekkah. Kepercayaan ini menarik banyak peziarah yang ingin berdoa sekaligus menapaktilasi perjalanan Syeikh Abdul Muhyi, seorang penyebar tarekat Syattariyah di Tanah Pasundan.

Gua yang memiliki panjang 284 meter ini memiliki dua pintu yang menghubungkan Kampung Pamijahan dan Kampung Panyalahan. Beberapa bagian di dalamnya diyakini memiliki jalur mistis yang mengarah ke berbagai tempat, termasuk Cirebon, Banten, Surabaya, hingga Mekkah.

BACA JUGA  TK Kemala Bhayangkari Wonogiri Gelar Pemeriksaan dan Penyuluhan Kesehatan Untuk Siswa

Namun, sesepuh Pamijahan, KH. Endang Ajidin, menegaskan bahwa secara faktual gua ini tidak benar-benar menuju Mekkah. “Lubang-lubang di dalam gua hanyalah bagian dari cerita turun-temurun yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah,” ujarnya.

Sebelumnya, salah satu lubang dalam gua ini sempat ditutup setelah seorang pemuka agama tersesat saat mencoba melewatinya. Kini, gua tetap dibuka untuk keperluan ziarah, tetapi dengan larangan bagi peziarah untuk memasuki lubang-lubang tertentu.

BACA JUGA  Ketum Bhayangkari Hibur Pengungsi Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Menanggapi fenomena ini, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, menekankan perlunya dakwah pencerahan. “Masyarakat tidak boleh mudah mempercayai hal-hal di luar nalar sehat,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap hal mistik masih kuat, sehingga cerita-cerita yang tidak rasional sering diterima sebagai kebenaran.

Baca juga: Muhammadiyah Tetapkan Jadwal Puasa dan Idulfitri 1446 H: Ini Tanggal Pentingnya!

“Dakwah pencerahan harus dilakukan melalui penjelasan terhadap teks suci, baik secara bayani (tekstual), burhani (rasional), maupun irfani (spiritual),” lanjutnya. Pendidikan berbasis penguatan nalar di sekolah-sekolah juga perlu ditekankan agar generasi mendatang mampu membedakan antara yang realistis dan yang tidak.

BACA JUGA  Wakapolri Dorong Percepatan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Fenomena Gua Safarwadi menunjukkan bagaimana tradisi dan kepercayaan masih memiliki pengaruh besar dalam masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan dakwah dan pendidikan yang berimbang agar spiritualitas tetap terjaga tanpa mengabaikan rasionalitas.

Sumber: muhammadiyah.or.id

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya Resmi Jabat Kapolres Trenggalek

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Wabup Syah Buka Mutiara Under Water Festival and Concervation ke-4

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Trending di Berita Terkini