Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 27 Feb 2025 05:48 WIB

Gus Yasin Dorong Keselarasan Kurikulum SMK dengan DUDI untuk Tekan Pengangguran di Jateng


					Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Ma'arif, Kota Magelang, Rabu (26/2/2025). (Foto: Reynald) Perbesar

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Ma'arif, Kota Magelang, Rabu (26/2/2025). (Foto: Reynald)

PanselaNews..com, Magelang – Keselarasan kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terus menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Ma’arif, Kota Magelang, Rabu (26/2/2025).

Keselarasan kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terus menjadi fokus Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. (Foto: Reynald)

Menurut Gus Yasin, keselarasan antara kurikulum SMK dengan kebutuhan DUDI harus dioptimalkan agar lulusan SMK siap memasuki dunia kerja. “Untuk mengatasi pengangguran, (sekolah) akan kita match-kan dengan DUDI,” tegasnya.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Subianto Beli Sapi Kurban 1,37 Ton Milik Warga Pogalan Trenggalek

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2021, angka pengangguran berada di 5,95 persen, turun menjadi 5,57 persen pada 2022, dan 5,13 persen pada 2023. Pada Agustus 2024, angka tersebut kembali turun menjadi 4,78 persen.

BACA JUGA  Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Ikuti Retret Kepemimpinan di Akmil Magelang

Penurunan ini tidak lepas dari program-program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, salah satunya adalah link and match antara SMK dengan DUDI. Selain itu, Pemprov Jateng juga secara berkelanjutan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat melalui Balai Latihan Kerja (BLK) maupun kerja sama dengan perusahaan swasta.

BACA JUGA  BEI Ubah Aturan ARB dan Trading Halt Mulai 8 April 2025!

Baca juga: Ahmad Luthfi Ikuti Retret Akmil, Fokus Bangun Infrastruktur Jateng

“Pemerintah akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Kemarin dari Baznas Jateng juga memberikan pelatihan kepada para santri untuk mendapatkan keterampilan,” ujar Gus Yasin.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan angka pengangguran di Jawa Tengah dapat terus ditekan, sekaligus menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. (*)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan dan Screening TB Paru bagi Bhabinkamtibmas

3 Juni 2026 - 18:15 WIB

Kementerian Komdigi Latih Ratusan Pelaku UMKM di Wonogiri Berinovasi Dengan AI, Jadi Lokasi Pertama di Indonesia

3 Juni 2026 - 16:20 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

3 Juni 2026 - 09:51 WIB

Polda Jateng Gandeng FBI Ungkap Penipuan Crypto Lintas Negara Beromzet Rp 41 Miliar, Korbannya Warga Amerika Serikat

2 Juni 2026 - 20:10 WIB

Dukung Pencegahan TBC, Polres Wonogiri dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan Bhabinkamtibmas

2 Juni 2026 - 19:51 WIB

Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

2 Juni 2026 - 18:07 WIB

Trending di Berita Terkini