Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 11 Apr 2026 21:52 WIB

Jateng Dominasi Deretan Kota-Kabupaten Paling Maju di Indonesia, Surakarta dan Semarang Memimpin


					Jateng Dominasi Deretan Kota-Kabupaten Paling Maju di Indonesia, Surakarta dan Semarang Memimpin Perbesar

Tugu Keris yang berada di dekat Jembatan Tirtanadi menjadi ikon Kota Solo. (Foto: Istimewa) 

 

PanselaNews.com [SEMARANG] – Provinsi Jawa Tengah kembali mencatatkan capaian impresif dan menjadi perhatian di tingkat nasional. Pasalnya, beberapa daerah di Jawa Tengah masuk dalam penilaian paling maju di Indonesia.

Berdasarkan hasil pengukuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah masuk dalam kategori daerah paling maju di Indonesia.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah, Mohamad Arief Irwanto, mengungkapkan bahwa capaian tersebut menunjukkan daya saing Jawa Tengah berada jauh di atas rata-rata nasional. Secara nasional, indeks daya saing tercatat sebesar 3,50, sedangkan Jawa Tengah telah mencapai angka 3,87.

BACA JUGA  Ahmad Luthfi Dorong Investasi Selatan Jateng untuk Pemerataan

“Mayoritas kabupaten/kota di Jawa Tengah nilainya sudah melampaui nasional. Bahkan beberapa kota hampir menyentuh angka 4,” ujarnya di Semarang, Sabtu (11/4/2026).

Sejumlah daerah mencatatkan performa menonjol. Kota Surakarta menjadi yang tertinggi dengan skor 4,43, disusul Kota Semarang 4,37, dan Kabupaten Magelang 4,29. Capaian ini menempatkan daerah-daerah tersebut dalam kategori kota paling maju di Indonesia.

Tak hanya kota, sejumlah kabupaten juga menunjukkan daya saing tinggi. Kabupaten Semarang mencatat skor 4,03, Kabupaten Klaten 3,86, serta Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Jepara masing-masing 3,85.

Arief menjelaskan, pengukuran IDSD dilakukan melalui 12 pilar utama, meliputi aspek institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), hingga stabilitas ekonomi makro. Selain itu, indikator lain yang turut diukur mencakup kesehatan, keterampilan tenaga kerja, pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamisme bisnis, dan kapabilitas inovasi.

BACA JUGA  Bhayangkari Peduli Salurkan Bantuan Air Bersih ke Warga Paranggupito, Ringankan Dampak Kekeringan

Menurutnya, kekuatan utama Jawa Tengah terletak pada sektor pasar dan tenaga kerja. Tingginya penyerapan tenaga kerja serta rendahnya tingkat pengangguran menjadi faktor kunci yang mendorong daya saing daerah.

“Penyerapan tenaga kerja di Jawa Tengah cukup tinggi, sehingga berdampak pada stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Dibandingkan wilayah lain di Jawa-Bali, Jawa Tengah juga unggul dalam komponen lingkungan pendukung dan ekosistem inovasi. Selain itu, kekuatan pada pilar institusi, ukuran pasar, dan kapabilitas inovasi turut memperkuat posisi provinsi ini.

BACA JUGA  Sepekan Operasi Zebra Semeru 2025, Tak Pakai Helm Dominasi Pelanggar Lalu Lintas di Trenggalek

Perkembangan kawasan industri di berbagai wilayah juga menjadi faktor pendorong signifikan. Selain membuka lapangan kerja baru, ekspansi kawasan industri memperluas akses pasar serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, akselerasi pembangunan ekonomi dinilai semakin terarah dan berdampak langsung pada peningkatan daya saing daerah.

Dengan capaian ini, Jawa Tengah dinilai masih memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai salah satu provinsi dengan daya saing terbaik di Indonesia.

“Potensinya masih sangat besar untuk terus berkembang dan menjadi yang terbaik,” pungkas Arief. (*)

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 22 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini