Sekda Sumarno: Kantin Sekolah Perlu Dilibatkan dalam MBG
Panselanews.com [SEMARANG] – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh peluncuran 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pesantren yang diresmikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, di Pondok Pesantren Syaichona Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada Senin, 26 Mei 2025. Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, menyatakan dukungan ini sejalan dengan visi Jateng untuk memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis pesantren dan sekolah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno pada Rapat Paripurna DPRD Jateng, Selasa, 27 Mei 2025. (Foto: Syahidan)
“Kalau untuk pesantren sudah diluncurkan, tentu kami dukung. Untuk sekolah, kami ingin melibatkan kantin sehat, tapi pusat mensyaratkan SPPG melayani 3.000-3.500 paket makanan,” ujar Sumarno usai Rapat Paripurna DPRD Jateng, Selasa, 27 Mei 2025. Ia menyoroti kendala kapasitas kantin sekolah, khususnya SMA, yang sulit memenuhi target tersebut, meskipun Jateng telah menerapkan program kantin sehat untuk mendukung gizi siswa.
Sumarno menambahkan, Pemprov Jateng telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG di bawah arahan Gubernur Ahmad Luthfi untuk mempercepat program ini, dengan fokus pada koordinasi dan penyediaan lokasi, termasuk di wilayah pinggiran. Pada 17 April 2025, rapat koordinasi bersama Badan Gizi Nasional (BGN) di Wisma Perdamaian Semarang, yang dipimpin Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, memutuskan setiap kabupaten/kota di Jateng akan membangun tiga SPPG. Pendanaan melibatkan APBD untuk biaya modal dan APBN untuk operasional.
Menko Muhaimin Iskandar menjelaskan, 1.000 SPPG pesantren ditargetkan melayani 3 juta santri, dengan setiap dapur menyediakan 3.000 porsi makanan bergizi. “Seribu dapur MBG ini manfaatnya luas. Satu dapur melayani 3.000 santri, artinya 3 juta santri terpenuhi gizinya,” ujar Muhaimin, dikutip dari Antara, 26 Mei 2025. Program ini juga mendorong perekonomian lokal dengan mewajibkan pembelian bahan baku melalui BUMDes, koperasi, atau UMKM, bukan perusahaan besar.
Taj Yasin mengungkapkan, Jateng menyediakan 21 aset milik Pemprov untuk SPPG, termasuk satu aset BUMD, 12 bangunan, dan delapan bidang tanah. Selain itu, 34 SMK dengan jurusan tata boga siap mendukung operasional dapur MBG. “Kami maksimalkan aset dan keahlian SMK tata boga untuk sukseskan program ini,” kata Taj Yasin. Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan, menegaskan bahwa MBG akan memperhatikan standar gizi ketat sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan sinergi lintas sektor untuk dampak ekonomi maksimal.(*)









