Gubernur Luthfi Dukung BRIN Atasi Lahan Marjinal dan Sampah Plastik
Panselanews.com [SEMARANG] – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendukung program BRIN untuk menjadikan Jateng provinsi mandiri pangan dan energi. Program ini melibatkan inovasi Padi Biosalin untuk lahan pesisir marjinal dan Pentasol, bahan bakar alternatif dari sampah plastik. Luthfi menyampaikan hal ini saat audiensi dengan BRIN di Kantor Gubernur, Senin, 5 Mei 2025.
Padi Biosalin memungkinkan penanaman padi di lahan payau, meningkatkan produksi beras di wilayah seperti Brebes, Cilacap, dan Jepara. Sementara itu, Pentasol dihasilkan dari sampah plastik untuk bahan bakar mesin pertanian dan perahu nelayan. Luthfi memerintahkan OPD terkait terlibat langsung tanpa hambatan perizinan.
Anggota Dewan Pengarah BRIN, Tri Mumpuni, menekankan pentingnya dukungan Pemprov Jateng dalam regulasi dan koordinasi. BRIN menargetkan Jateng sebagai percontohan dengan implementasi riset di lapangan, didukung payung hukum lokal seperti Perwali Semarang Nomor 7 Tahun 2025 untuk Pentasol.
Peneliti BRIN, Tri Martini Patria, menyebut Padi Biosalin berpotensi menghasilkan 6,9 hingga 10 ton gabah kering per hektar di lahan marjinal seluas 15 ribu hektar, dengan 500 hektar sudah dieksplorasi. Pentasol, diuji di Semarang, menghasilkan 85-90% bahan bakar dari 1 kg sampah plastik, setara dexlite.
Program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan dan energi, tetapi juga mengatasi sampah plastik dan mendukung ekonomi petani serta nelayan. Dengan harga riset Rp6.000-9.000 per liter, Pentasol menawarkan solusi lingkungan sekaligus peluang ekonomi untuk masyarakat Jateng.












