Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 5 Mei 2025 20:24 WIB

Jateng-Zurich Teken MoU, Garap Ketahanan Iklim Pesisir Pantura Hingga 2035


					Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Senin, Mei 2025, di Hotel Gumaya, Semarang. (Foto: Syahidan)



Perbesar

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Senin, Mei 2025, di Hotel Gumaya, Semarang. (Foto: Syahidan)

Proyek Kolaborasi Atasi Banjir, Abrasi, dan Genangan di Pantura Jateng

Panselanews.com [SEMARANG] – Pemprov Jawa Tengah, Zurich Foundation, dan Mercy Corps Indonesia menandatangani MoU untuk proyek ketahanan iklim di Pantura, Senin, Mei 2025, di Hotel Gumaya, Semarang. Kerja sama ini menggarap model kawasan pesisir terpadu hingga 2035, menyasar Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Semarang, Salatiga, Demak, dan Grobogan.

Jateng & Zurich teken MoU atasi banjir & abrasi Pantura hingga 2035. Proyek garap keramba apung & rumah apung untuk warga. (Foto: Syahidan)

Direktur Eksekutif MCI, Ade Soekadis, menyebut proyek ini menangani penurunan muka tanah, banjir, rob, dan genangan permanen di Pantura. “Jateng unik, banyak desa tenggelam akibat abrasi. Ini isu global yang mendesak,” ujarnya. Proyek menerapkan tiga pendekatan: kebijakan global, pembangunan berketahanan iklim, dan pemberdayaan masyarakat.

Pemberdayaan masyarakat fokus pada mata pencaharian alternatif, seperti keramba apung di Pekalongan untuk sektor perikanan di lahan abrasi. Di wilayah hulu, petani di Petungkriyono didorong menggunakan pupuk organik dan tanaman konservasi untuk mencegah longsor dan banjir, memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengapresiasi kolaborasi ini sebagai percontohan pengelolaan pesisir. Ia menekankan perbaikan DAS, seperti Kupang dan Babon, untuk mengatasi banjir di hilir. Pemprov Jateng juga bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah untuk sinkronisasi program.

Proyek lain mencakup desalinasi air bersih bersama Universitas Diponegoro dan rencana rumah apung untuk warga yang bertahan di zona abrasi. “Banyak warga tak mau pindah karena mata pencaharian. Rumah apung jadi solusi,” kata Gus Yasin, menegaskan komitmen untuk solusi adaptif dan berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya Resmi Jabat Kapolres Trenggalek

28 Juli 2026 - 19:24 WIB

Wabup Syah Buka Mutiara Under Water Festival and Concervation ke-4

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Trending di Berita Terkini