Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 13 Jan 2026 13:38 WIB

Jawa Tengah Sudah Miliki 14 Sekolah Rakyat, Genjot Penambahan Titik Baru


					Jawa Tengah Sudah Miliki 14 Sekolah Rakyat, Genjot Penambahan Titik Baru Perbesar

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur. (Foto:Ist) 

 

PanselaNews.com [BANJARBARU] — Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi yang dipusatkan di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional IV Kalimantan, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin, 12 Januari 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 14 titik di antaranya merupakan Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur mengatakan, 14 titik sekolah rakyat yang ada di Jawa Tengah tersebar di 13 kabupaten/ kota. Sekolah tersebut merupakan sekolah rakyat rintisan yang sudah operasional sejak Juli, Agustus, dan September 2025.

Total ada 1.275 anak didik yang sekolah di 14 titik Sekolah Rakyat tersebut. Terdiri atas tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sampai sekolah menengah atas (SMA).

BACA JUGA  Kuasa Hukum Luthfi-Yasin Laporkan 4 Kades dan 2 Camat atas Dugaan Politik Uang Rp 68 Juta di Sukoharjo

Sekolah tersebut diantaranya  berada di Pati, Banyumas, Temanggung, Wonosobo, Sragen, Jepara, dan Kota Semarang, Kabupaten Magelang, Surakarta , Banjarnegara, Kebumen, dan Blora.

“Alhamdulillah dari 1.275 anak itu diasramakan, dan semua betah,” kata Imam saat ditemui di lokasi peresmian.

Selain ke-14 titik Sekolah Rakyat yang sudah ada tersebut, Provinsi Jawa Tengah berupaya menambah jumlah sekolah rakyat pada 2026. Hal itu dilakukan berkolaborasi dengan kabupaten/ kota. Setidaknya, akan ada empat kabupaten yang akan dibangun sekolah rakyat tersebut pada 2026, meliputi Cilacap, Brebes, Sukoharjo, dan Rembang. Keempatnya akan mulai menerima anak didik pada tahun ajaran 2026/2027.

Imam membeberkan, sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi, melalui program Sekolah Rakyat ini, Pemprov Jateng melakukan intervensi program kepada keluarga siswa.

BACA JUGA  Belasan Pelanggar Terjaring Operasi Knalpot Bising di Trenggalek, Wajib Ganti Standar

“Jadi pemerintah tidak hanya menyekolahkan anak-anak dari keluarga miskin desil 1 dan desil 2, tetapi juga memberikan bantuan untuk memberdayakan keluarganya,” ujar dia.

Misalnya, tutur Imam, ada keluarga dari siswa tersebut rumahnya tidak layak, maka akan diperbaiki. Yang belum berlistrik akan difasilitasi agar punya listrik, yang belum terakses air bersih, jamban, dan sebagainya, juga akan difasilitasi.

“Jadi anak-anaknya disekolahkan, keluarganya diberdayakan. Kami dari Dinsos juga akan memberikan usaha ekonomi produktif, untuk membangkitkan keluarga agar bisa berdaya,” papar Imam.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, keberadaan Sekolah Rakyat di Jawa Tengah sangat tepat untuk mengurangi angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem. Di Jawa Tengah, sudah ada 14 titik rintisan sekolah rakyat yang tersebar di 13 kabupaten/ kota, ditambah sekolah milik Pemprov Jateng yaitu SMK Jateng di Semarang, Pati, dan Purbalingga.

BACA JUGA  Atlet Jateng Sumbang 12 Medali Emas untuk SEA Games Thailand

“Ini bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat. Tujuannya di Jawa Tengah sangat pas sekali, satu sisi kita mereduksi angka miskin ekstrem, di sisi lain mengembangkan  sekolah vokasi, karena di Jawa Tengah itu kita proyeksikan investasi padat karya,” beber Luthfi, di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 45 Semarang, beberapa waktu lalu.

Sistem boarding school yang diterapkan di Sekolah Rakyat juga penting untuk memberikan pendidikan moral, perilaku, dan mental. Kebiasaan hidup mandiri di asrama dan kedisiplinan, menjadi landasan untuk membentuk mental kepribadian masing-masing anak.

Sumber: Humas Jateng

Penulis

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini