PanselaNews.com, Jakarta – Polemik kartu kuning kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, dalam laga melawan Bahrain memicu kebingungan. Dikutip dari akun X @gilabola_ina, terjadi perbedaan data antara match summary yang dibagikan PSSI dan statistik resmi di situs AFC. PSSI mencatat Paes mendapat kartu kuning, sementara AFC tidak mencantumkannya. Jika kartu kuning itu sah, Paes akan absen di laga berikutnya melawan China pada 5 Juni 2025, sebuah situasi yang bisa mengganggu strategi tim.
Mantan pemain Timnas Indonesia era 80-an, Hermansyah, angkat bicara terkait ketidaksesuaian ini. “PSSI dan ofisial Timnas harus proaktif konsultasi ke AFC soal kartu kuning Maarten Paes. Kita perlu kepastian, bukan spekulasi,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya klarifikasi agar pelatih kiper, Sjoerd Woudenberg, bisa menyiapkan pengganti jika Paes benar-benar absen. Ketidakjelasan ini menjadi sorotan karena dapat memengaruhi performa Timnas di laga krusial mendatang.
Dalam resume pertandingan versi PSSI, kartu kuning Paes tercatat jelas, tetapi absen dari match stats AFC, memunculkan tanda tanya besar. Laga melawan Bahrain sendiri berlangsung sengit, dan performa Paes sebagai kiper utama mendapat pujian. Namun, tanpa konfirmasi resmi, statusnya untuk menghadapi China masih menggantung, meninggalkan pelatih dan penggemar dalam ketidakpastian menjelang pertandingan penting di kualifikasi.
Baca juga: Erick Thohir Bongkar Rahasia: Jersey Timnas Raup Rp150 Miliar untuk PSSI
Hermansyah menambahkan bahwa komunikasi dengan AFC harus segera dilakukan untuk menghindari kerugian bagi Timnas Indonesia. “Semua harus fix dan jelas, jangan sampai kita salah langkah,” tegasnya. Situasi ini menjadi pelajaran bagi PSSI agar lebih teliti dalam koordinasi dengan badan sepak bola Asia. Penggemar kini menanti keputusan resmi, berharap Paes tetap bisa tampil memperkuat Garuda melawan China.(*)














