Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 23 Apr 2025 10:29 WIB

Kemenag Tanam 1 Juta Pohon Matoa di Hari Bumi 2025, Bangun Pesantren Istiqlal


					Menag tanam Matoa saat launching Gerakan Penanaman Sejuta Pohon. (foto: pendis)

Perbesar

Menag tanam Matoa saat launching Gerakan Penanaman Sejuta Pohon. (foto: pendis)

Gerakan Hijau dan Ekoteologi Perkuat Pelestarian Alam di Tengah Krisis Iklim

PanselaNews.com, Depok – Kementerian Agama (Kemenag) memperingati Hari Bumi 2025 dengan gerakan penanaman satu juta pohon Matoa, dipusatkan di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok. Bersamaan, Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin peletakkan batu pertama Pesantren Istiqlal Internasional Indonesia (PIII), madrasah bertaraf global.

“Kami bersama tokoh lintas agama ingin memberi teladan pelestarian alam,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Cimanggis, Depok, Selasa (22/4/2025). Hadir Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Duta Besar Uni Emirat Arab, Duta Besar Kuwait, dan tokoh lain seperti Ahmad Haikal Hasan (BPJPH) serta Fadlul Imansyah (BPKH).

Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan, 170 ribu pohon Matoa ditanam serentak di 32 provinsi. “Matoa dipilih karena cepat tumbuh, kuat, dan bernilai ekologis-ekonomis, cocok dari Sabang hingga Merauke,” katanya. Program bertema “Energi Kita, Planet Kita” ini selaras dengan Hari Bumi 2025, menekankan kolaborasi melawan krisis iklim.

Menag menegaskan penguatan ekoteologi sebagai prioritas Kemenag. “Agama kaya nilai pelestarian lingkungan, seperti khilafah dalam Islam, Tri Hita Karana dalam Hindu, dan Laudato Si’ dalam Katolik,” paparnya. Ia mengutip pesan Islam: “Jika kiamat tiba dan ada bibit pohon, tanamlah.”

Menko PMK Pratikno menambahkan, harmoni alam (hablum minal alam) sama pentingnya dengan hubungan dengan Tuhan dan sesama. “UIII harus jadi green campus, konservasi biodiversitas Indonesia,” ujarnya. Gerakan ini juga jadi bagian diplomasi hijau Kemenag, bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup.

Dengan semangat gotong royong, Kemenag mengajak masyarakat menjadikan Hari Bumi momentum nyata menjaga bumi demi Indonesia Emas 2045 yang lestari.

Artikel ini telah dibaca 34 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabup Syah Sambut Baik SheHack Indosat, Kenalkan Tekhnologi Digital Kepada Pelaku UMKM Perempuan di Trenggalek

12 Juni 2026 - 13:38 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Siapkan Antisipasi Dampak Kenaikan BBM, Jaga Harga Pangan Tetap Terjangkau

12 Juni 2026 - 07:50 WIB

Civitas Pencak Silat di Trenggalek Sepakat Jaga Suro Aman dan Kondusif

12 Juni 2026 - 07:35 WIB

Tabrakan Maut Dua Sepeda Motor di Wuryantoro Wonogiri, 3 Orang Tewas, 1 Luka Berat

11 Juni 2026 - 21:36 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Gelar Nobar Piala Dunia 2026 di 35 Polres Bersama TVRI

11 Juni 2026 - 21:17 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Tokoh Penggerak UMKM dan Ekonomi Kreatif

11 Juni 2026 - 19:33 WIB

Trending di Berita Terkini