Pawai Produk Unggulan Soloraya Resmi Buka SGS 2025, Dorong Pertumbuhan Ekonomi 8%
Panselanews.com [SURAKARTA] – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memimpin kirab troli sebagai penanda pembukaan Soloraya Great Sale (SGS) 2025 di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Kota Surakarta, Minggu (29/6/2025). Troli yang diarak berisi produk-produk unggulan dari tujuh kabupaten/kota di Eks Karesidenan Soloraya, yaitu Kota Surakarta, Boyolali, Karanganyar, Sukoharjo, Sragen, Wonogiri, dan Klaten.
Kirab ini dihadiri oleh bupati dan wali kota se-Soloraya, Ketua Kadin Jateng Harry Nuryanto Soediro, Ketua Kadin se-Soloraya, Direktur Bank Jateng, serta perwakilan pengusaha dan pelaku UMKM. Mereka mengajak masyarakat untuk memeriahkan SGS 2025 yang berlangsung sepanjang Juli 2025.
Pembukaan SGS 2025 ditandai dengan seremoni pemasangan puzzle oleh kepala daerah se-Soloraya, dengan potongan terakhir disematkan oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Usai seremoni, Gubernur dan rombongan mengunjungi stan-stan pameran yang menampilkan produk unggulan daerah, seperti kerajinan, kuliner, dan produk UMKM. Ahmad Luthfi terlihat antusias memborong sejumlah produk dan membagikan bibit pohon durian kepada masyarakat sebagai simbol dukungan terhadap pertanian lokal.
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kebersamaan dalam membangun ekonomi daerah. “Membangun daerah tidak cukup dengan ego sektoral. Harus ada kebersamaan, seperti gugur gunung, bareng rame-rame, mikul dhuwur mendhem jero,” ujarnya. Ia mengapresiasi SGS 2025 sebagai wujud gotong royong untuk menciptakan wilayah ekonomi baru melalui aglomerasi dan konektivitas antar daerah.
Ketua Umum Kadin Jateng, Harry Nuryanto Soediro, menyebut SGS 2025 sebagai momentum strategis untuk mendorong perekonomian Soloraya. “Kegiatan ini mengedepankan keterkaitan fungsional antarwilayah dalam sistem aglomerasi ekonomi, yang akan meningkatkan konsumsi masyarakat dan perputaran ekonomi,” katanya.
Ketua Panitia SGS 2025, Ferry S Indiarto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mendongkrak konsumsi masyarakat untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 8%. “SGS 2025 juga fokus pada tata kelola aglomerasi, peningkatan daya saing SDM, produk, dan wilayah, serta mendorong kunjungan wisata di Soloraya,” ujar Ferry.
SGS 2025 menghadirkan rangkaian kegiatan menarik, seperti Pesta Belanja dengan diskon hingga 80% di mal, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, dan UMKM. Ada pula Pesta Wisata dengan program bundling tiket kereta, hotel, kuliner, transportasi lokal, oleh-oleh, dan 100 event yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Selain itu, Pesta Investasi akan digelar melalui Soloraya Trade Tourism and Investment Expo (STTIE) 2025, Soloraya Investment Forum, Business Matching, dan Soloraya Investment Famtrip, serta Pesta Hadiah untuk memeriahkan acara.
SGS 2025 diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Soloraya, sekaligus memperkuat kolaborasi antar daerah untuk mewujudkan Jawa Tengah yang lebih maju dan sejahtera.









