Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Ponorogo · 16 Feb 2025 19:56 WIB

Korelasi Ketercukupan Gizi dengan Risiko Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Ponorogo


					Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memberikan arahan dalam acara workshop Hari Gizi Nasional ke-65 di Hall Hotel Gajah Mada, Kamis (13/2/2025)/ ponorogo.go.id Perbesar

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko memberikan arahan dalam acara workshop Hari Gizi Nasional ke-65 di Hall Hotel Gajah Mada, Kamis (13/2/2025)/ ponorogo.go.id

PanselaNews.com,Jepara – Ketercukupan gizi menjadi faktor krusial dalam menekan risiko kematian ibu (AKI) dan bayi baru lahir (AKB). Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyoroti pentingnya hal ini saat membuka workshop bertema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” di Hotel Gajah Mada pada Kamis (13/2/2025). Dalam acara tersebut, Kang Bupati –sapaan akrab Sugiri Sancoko– menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi hingga nol.

BACA JUGA  Pemkab Trenggalek Gelar Khotmil Qur'an Bil Ghoib

Sepanjang 2024, Ponorogo mencatat 11 kasus kematian ibu dan 121 kematian bayi. Untuk mengatasi hal ini, Bupati menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap ibu hamil melalui pemetaan by name dan by address. “Saya ingin kasus ini (AKI dan AKB) di nol-kan. Jika sudah terdeteksi penyakit yang menyertai ibu hamil, segera antisipasi sedari dini,” ujarnya.

Workshop bertema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” di Hotel Gajah Mada pada Kamis (13/2/2025)/ Foto: ponogoro.go.id

Peran aktif kepala desa, perangkat desa, dan kepala dusun juga dibutuhkan untuk memastikan pemenuhan gizi dan kesehatan ibu hamil. “Pantau ketat aktivitas posyandu di setiap dusun untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan ibu hamil. Supaya bayi yang dilahirkan tidak mengalami stunting serta risiko kematian saat melahirkan dapat ditekan,” jelasnya.

BACA JUGA  Jelang Kampanye Terbuka, Polres Wonogiri Gelar TFG

Baca juga: Bupati Ponorogo Tanam 4.550 Bibit Pohon di Gayungan, Hadiah Sumur Menanti untuk Warga

Pemerintah desa tidak kesulitan mendata ibu hamil karena setiap bidan desa dan kader kesehatan di posyandu telah memegang data by name dan by address. Selain itu, program Sistem Informasi Gizi (SIGizi) Terpadu menjadi alat penting untuk mencatat data surveilans gizi dan memantau status gizi ibu hamil dan balita.

BACA JUGA  Polres Wonogiri Intensifkan Patroli Berantas Premanisme

Berkat upaya ini, prevalensi stunting di Ponorogo turun menjadi 8% pada 2024 dari sebelumnya 9,3%. Peran petugas gizi dan bidan desa di 31 puskesmas di Ponorogo yang rutin menginput data SIGizi turut mendukung pencapaian ini.

Sumber: ponorogo.go.id

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polres Wonogiri Gelar Cek Kesehatan dan Screening TB Paru bagi Bhabinkamtibmas

3 Juni 2026 - 18:15 WIB

Kementerian Komdigi Latih Ratusan Pelaku UMKM di Wonogiri Berinovasi Dengan AI, Jadi Lokasi Pertama di Indonesia

3 Juni 2026 - 16:20 WIB

Operasi Patuh Candi 2026 Segera Digelar, Polda Jateng Fokus Tingkatkan Kesadaran dan Keselamatan Pengguna Jalan

3 Juni 2026 - 09:51 WIB

Dukung Pencegahan TBC, Polres Wonogiri dan Dinkes Gelar Pemeriksaan Kesehatan Bhabinkamtibmas

2 Juni 2026 - 19:51 WIB

Pertahankan Status Lumbung Pangan Nasional, Jateng Petakan Wilayah Rawan Kekeringan

2 Juni 2026 - 18:07 WIB

Tangani Informasi Palsu dan Hoaks, Diskomdigi Jateng Perkuat Kolaborasi Wujudkan “Padhang”

2 Juni 2026 - 14:28 WIB

Trending di Berita Terkini