PanselaNews.com,Jepara – Ketercukupan gizi menjadi faktor krusial dalam menekan risiko kematian ibu (AKI) dan bayi baru lahir (AKB). Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menyoroti pentingnya hal ini saat membuka workshop bertema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” di Hotel Gajah Mada pada Kamis (13/2/2025). Dalam acara tersebut, Kang Bupati –sapaan akrab Sugiri Sancoko– menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi hingga nol.
Sepanjang 2024, Ponorogo mencatat 11 kasus kematian ibu dan 121 kematian bayi. Untuk mengatasi hal ini, Bupati menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap ibu hamil melalui pemetaan by name dan by address. “Saya ingin kasus ini (AKI dan AKB) di nol-kan. Jika sudah terdeteksi penyakit yang menyertai ibu hamil, segera antisipasi sedari dini,” ujarnya.

Workshop bertema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” di Hotel Gajah Mada pada Kamis (13/2/2025)/ Foto: ponogoro.go.id
Peran aktif kepala desa, perangkat desa, dan kepala dusun juga dibutuhkan untuk memastikan pemenuhan gizi dan kesehatan ibu hamil. “Pantau ketat aktivitas posyandu di setiap dusun untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan ibu hamil. Supaya bayi yang dilahirkan tidak mengalami stunting serta risiko kematian saat melahirkan dapat ditekan,” jelasnya.
Baca juga: Bupati Ponorogo Tanam 4.550 Bibit Pohon di Gayungan, Hadiah Sumur Menanti untuk Warga
Pemerintah desa tidak kesulitan mendata ibu hamil karena setiap bidan desa dan kader kesehatan di posyandu telah memegang data by name dan by address. Selain itu, program Sistem Informasi Gizi (SIGizi) Terpadu menjadi alat penting untuk mencatat data surveilans gizi dan memantau status gizi ibu hamil dan balita.
Berkat upaya ini, prevalensi stunting di Ponorogo turun menjadi 8% pada 2024 dari sebelumnya 9,3%. Peran petugas gizi dan bidan desa di 31 puskesmas di Ponorogo yang rutin menginput data SIGizi turut mendukung pencapaian ini.
Sumber: ponorogo.go.id









