Gus Yasin: Retret Ini Bangun Sinergi Lintas Sektoral demi Pembangunan Terpadu
Panselanews.com [SEMARANG] – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan bahwa Manunggal Leadership Retreat 2025, yang digelar pada 10–16 Juni 2025 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Jawa Tengah, bukan sekadar acara seremonial. Forum ini dirancang untuk memperkuat kerja tim dan sinergi lintas sektoral guna menyatukan arah pembangunan Jawa Tengah menuju visi Jawa Tengah Emas 2045. Kegiatan ini melibatkan pejabat eselon II hingga teknis, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), untuk menciptakan “superteam” yang solid.
“Jawa Tengah tidak butuh Superman, tapi superteam. Retret ini membangun kebersamaan agar pembangunan tidak terkotak-kotak,” ujar Gus Yasin usai menjadi pemateri pada sesi pembukaan, Selasa (10/6/2025). Ia menjelaskan, retret ini berbeda dari kegiatan serupa di tingkat nasional karena melibatkan semua lapisan birokrasi, dari pejabat tinggi hingga pelaksana teknis, untuk memastikan sinergi dari hulu ke hilir.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Lemhannas, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi. Gus Yasin menyoroti program “1 OPD 1 Desa Dampingan” sebagai contoh keberhasilan membangun keterikatan antardaerah. “Kami ingin program antarinstansi tersinkronisasi, menghindari tumpang tindih, dan mendorong pemerataan pembangunan,” tambahnya.
Menanggapi anggapan bahwa retret ini boros, Gus Yasin menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan investasi strategis untuk menyambungkan program lintas instansi. Selama enam hari, peserta diharapkan memahami program masing-masing, membangun chemistry, dan merumuskan langkah kolaboratif. “Kebersamaan selama retret akan membentuk sinergi antarpemimpin daerah, membantu kami memimpin Jawa Tengah dengan lebih selaras,” katanya.
Data dari BPSDMD Jawa Tengah menunjukkan, retret ini diikuti oleh lebih dari 200 pejabat dari 35 kabupaten/kota, dengan agenda meliputi diskusi kebijakan, pelatihan kepemimpinan, dan penyusunan rencana pembangunan terpadu. Forum ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2023–2028, yang menargetkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 6% per tahun.
Dengan semangat kolaborasi, Gus Yasin optimistis retret ini akan memperkuat fondasi pembangunan Jawa Tengah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjawab tantangan ketimpangan regional dan keterbatasan sumber daya.(*)









