Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 27 Mei 2025 19:17 WIB

Menteri Nusron Dorong Penyelesaian Masalah Tanah di Jatim via PTSL


					Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memberikan arahan pada pembinaan Kanwil BPN Jawa Timur di Surabaya, 26 Mei 2025. (Kredit: Humas Kantah Wonogiri)  

Perbesar

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid memberikan arahan pada pembinaan Kanwil BPN Jawa Timur di Surabaya, 26 Mei 2025. (Kredit: Humas Kantah Wonogiri)

Fokus Tuntaskan Sertifikasi Tanah untuk Kepercayaan Publik

Panselanews.com [SURABAYA] – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memimpin pembinaan di Aula Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jawa Timur, Senin, 26 Mei 2025. Dalam arahannya, Nusron menekankan pentingnya menyelesaikan tunggakan pendaftaran tanah, khususnya melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), untuk memastikan kepastian hukum bagi masyarakat.

“Segala persoalan harus ada akhirnya, sesuai prinsip Litis Finiri Oportet. Masalah tanah jangan ditunda, harus selesai di era Presiden Prabowo dan kepemimpinan Kanwil saat ini,” ujar Nusron, menegaskan perlunya perubahan mental dalam menangani isu pertanahan. Ia meminta jajarannya mengidentifikasi kendala, seperti belum terpetakannya tanah atau bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), untuk mempercepat sertifikasi.

Data Kanwil BPN Jatim menunjukkan luas wilayah Jawa Timur mencapai 4,825 juta hektare, dengan 3,46 juta hektare (71,67%) sebagai Areal Penggunaan Lain (APL). Dari jumlah tersebut, 2,6 juta hektare (74%) telah tersertifikasi. “Kita harus petakan sisa tanah yang belum terdaftar. Cari tahu penyebabnya, apakah karena pemetaan atau BPHTB, lalu susun rencana penyelesaian,” kata Nusron. Ia juga mendorong penggunaan PTSL untuk menyapu bersih tunggakan, dengan target waktu yang jelas.

Nusron menambahkan, Jawa Timur, yang telah menerbitkan lebih dari 1,2 juta sertifikat melalui PTSL hingga 2024, harus menjadi model pelayanan pertanahan yang efisien dan transparan. “Pelayanan cepat dan profesional adalah kunci membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya, mengacu pada kunjungan sebelumnya di Jatim pada November 2024.

Pembinaan ini dihadiri Kepala Kanwil BPN Jatim, Asep Heri, serta jajaran pejabat administrator dan pengawas. Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol ATR/BPN, Harison Mocodompis, turut mendampingi. Program PTSL, yang menjadi fokus, diharapkan mempercepat sertifikasi tanah, mendukung reforma agraria, dan mencegah konflik pertanahan di Jawa Timur.(*Kantah Wonogiri)

Editor: Tri Wahyudi

BACA JUGA  Dr. Choi Ju Young Saksi Sejarah Kemenangan Timnas Indonesia Atas Korea

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bocah SD Boyolali Ini Bikin Bangga Jateng, Raih Pengakuan NASA Dapat Laptop dari Ahmad Luthfi

29 Juli 2026 - 20:28 WIB

Tongkat Komando Polres Wonogiri Resmi Berganti, AKBP Haris Munandar Resmi Pimpin Polres Wonogiri

29 Juli 2026 - 18:51 WIB

Polda Jateng Gelar Sertijab Terhadap 6 PJU dan 16 Jabatan Kapolres Jajaran

29 Juli 2026 - 16:36 WIB

Kombes Pol Yuliyanto Resmi Menjabat Kabid Humas Polda Jateng, Siap Perkuat Kemitraan Strategis dengan Insan Pers

29 Juli 2026 - 15:21 WIB

Mencuri di Kamar Kost, Pria Ini Diringkus Warga Sebelum Diserahkan ke Polisi

29 Juli 2026 - 11:00 WIB

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

Trending di Berita Terkini