Peran Intelektual Mahasiswa Kunci Reforma Agraria Jatim
Panselanews.com [SURABAYA] – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak mahasiswa menjadi agen perubahan dalam mengatasi ketimpangan pengelolaan tanah. Dalam Kuliah Pakar bertema “Agilitas, Adaptabilitas, Kreativitas, dan Inovasi: Tantangan Kepemimpinan Masa Depan” di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Senin, 26 Mei 2025, ia menekankan peran mahasiswa sebagai kekuatan intelektual untuk mendorong keadilan sosial melalui reforma agraria.
“Dulu, konsesi tanah diberikan untuk menciptakan efek berganda ekonomi dan pemerataan pembangunan. Namun, hasilnya belum optimal. Mahasiswa punya peran besar untuk mengoreksi ini,” ujar Nusron. Ia menyoroti perlunya koreksi kebijakan redistribusi tanah, termasuk peningkatan kewajiban kebun plasma hingga 50-70% secara bertahap, seperti diusulkan ATR/BPN dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPR RI pada 30 Januari 2025. Langkah ini bertujuan memastikan kesetaraan antara perusahaan dan masyarakat melalui negosiasi yang tidak mengganggu stabilitas ekonomi.
Mengutip ajaran Sheikh Abdul Qadir Jailani, Nusron memotivasi mahasiswa untuk terus belajar dan menjadi pemimpin masa depan. “Perubahan dunia ada di tangan Allah, tapi tidak terjadi tanpa keterlibatan mahasiswa. Kalian adalah wakil Tuhan untuk ciptakan perubahan,” tegasnya. Ia mendorong generasi muda mengawal kebijakan pertanahan agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas.
Rektor UNUSA, Achmad Jazidie, menyatakan Kuliah Pakar kini menjadi agenda rutin setiap program studi, melebihi target awal satu kali per fakultas per semester. “Kegiatan ini membuka wawasan baru bagi mahasiswa,” ujarnya. Acara ini juga menghadirkan pembicara Anwar Kurniadi, Guru Besar Universitas Pertahanan RI, serta dihadiri wakil rektor, dekan, dan dosen UNUSA, dengan sesi diskusi dipandu Priyo Mukti Pribadi Winoto.(*Kantah Wonogiri)
Editor: Tri Wahyudi









