PanselaNews.com,Wonogiri – Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan desa, mahasiswa KKN UNS di Desa Sendangagung, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, telah melaksanakan program pengembangan Desa Binaan dengan tema “Optimalisasi Potensi Desa” melalui Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program unggulan ini dilaksanakan dengan membangun sebuah taman yang berisi 20 jenis tanaman TOGA berbeda di rumah Bapak Sumarmo, selaku RT wilayah setempat.

Proyek ini merupakan bagian dari persiapan Desa Sendangagung untuk mengikuti penilaian Desa Binaan yang akan mewakili Kecamatan Giriwoyo. Taman TOGA ini tidak hanya menjadi sarana edukasi tentang tanaman obat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu daya tarik baru di desa yang memperkuat identitas lokal dalam bidang kesehatan tradisional.
Setelah menyusun daftar tanaman yang akan dikembangkan, tim KKN UNS juga menyiapkan guidebook yang berisi informasi mengenai jenis-jenis TOGA yang terdapat di taman tersebut. Buku panduan ini juga dilengkapi dengan resep-resep obat tradisional yang bisa dibuat sendiri di rumah menggunakan tanaman yang ditanam di Taman TOGA. Proses ini berjalan lancar dengan dukungan penuh dari Bapak Sumarmo dan warga sekitar, yang turut berpartisipasi dalam perawatan taman tersebut.
Baca Juga : Sebuah Ruko di Purwantoro Wonogiri Terbakar, Diduga Pemilik Lupa Cabut Chager Sepeda Listrik
Tidak hanya fokus pada tanaman, taman ini juga dihiasi dengan ecobricks, yaitu botol plastik yang diisi dengan potongan sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. mahasiswa KKN UNS memulai dengan sosialisasi kepada perangkat desa dan Karang Taruna Dusun Serenan mengenai pentingnya program ini untuk pengelolaan sampah plastik. Dalam sesi pengenalan tersebut, mahasiswa menjelaskan urgensi pengurangan limbah plastik sekaligus meminta partisipasi masyarakat dalam proses pemilahan sampah, terutama botol plastik bekas minyak goreng. Tim KKN UNS kemudian memberikan tutorial sederhana tentang cara membuat ecobricks, yaitu dengan menggunting kecil-kecil sampah plastik, lalu memasukkannya ke dalam botol plastik hingga penuh dan padat. Selain itu, di taman ini juga terdapat mural dengan pesan lingkungan “Alam Lestari, Warisan Abadi,” yang menambah keindahan sekaligus memperkuat pesan pentingnya menjaga kelestarian alam.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sendangagung dan menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi lokal melalui tanaman obat keluarga.(*)
editor : kangtewe













