Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 11 Mei 2025 20:51 WIB

Pemeriksaan HIV Sasar Pekerja Warkop Remang-Remang di Ponorogo, Upaya Deteksi Dini


					Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo bersama Satpol PP, Polri, dan TNI menggelar skrining kesehatan bagi pekerja dan pemilik warung kopi (warkop) remang-remang di Pasar Janti, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, pada Kamis (8/5/2025). (Foto: Ilustrasi/ PNN)

Perbesar

Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo bersama Satpol PP, Polri, dan TNI menggelar skrining kesehatan bagi pekerja dan pemilik warung kopi (warkop) remang-remang di Pasar Janti, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, pada Kamis (8/5/2025). (Foto: Ilustrasi/ PNN)

Dinkes Ponorogo lakukan skrining kesehatan pekerja warkop di Pasar Janti pasca-13 kasus HIV terdeteksi di Siman.

Panselanews.com [PONOROGO] – Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo bersama Satpol PP, Polri, dan TNI menggelar skrining kesehatan bagi pekerja dan pemilik warung kopi (warkop) remang-remang di Pasar Janti, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, pada Kamis (8/5/2025). Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya pelacakan (tracing) setelah ditemukan 13 pekerja warkop di wilayah Siman positif terinfeksi HIV, dikutip dari laman berita RRI.

Petugas mendata pekerja warkop satu per satu sebelum mengambil sampel darah untuk deteksi dini HIV. Ketua Tim Kerja Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Ponorogo, Triyana Wahyudianto, menjelaskan bahwa dari 24 pekerja warkop di Pasar Janti, 13 di antaranya telah menjalani pemeriksaan. Sisanya akan diperiksa di puskesmas setempat.

“Skrining ini rutin dilakukan untuk penegakan diagnosis. Jika kami tidak turun langsung, biasanya puskesmas yang menggelar pemeriksaan, seperti terakhir pada April 2025,” ungkap Triyana.

Septi (35), pemilik salah satu warkop di Pasar Janti, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan membantu memastikan para pekerja terhindar dari HIV. “Pemeriksaan ini bagus untuk mengetahui kondisi kesehatan kami. Jika ada yang terdeteksi HIV, segera diobati dan berhenti bekerja,” katanya.

Septi menambahkan bahwa pemeriksaan serupa rutin dilakukan setiap enam bulan oleh puskesmas. Ia juga menyebutkan bahwa pekerja warkop di Pasar Janti mayoritas berasal dari Ponorogo dan diwajibkan menggunakan alat pengaman, meskipun kepatuhan bergantung pada individu. “Pemeriksaan April lalu hasilnya aman semua,” ujarnya.

Selain di Pasar Janti, skrining kesehatan juga menyasar pekerja warkop di Kecamatan Sukorejo dan Babadan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah penyebaran HIV lebih lanjut di kalangan pekerja warkop remang-remang di Ponorogo.

Dinkes Ponorogo berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan edukasi kesehatan guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pencegahan HIV. Masyarakat diimbau untuk mendukung upaya ini demi kesehatan bersama.

Editor: Tri Wahyudi
Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini