Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Berita Terkini · 2 Jun 2025 15:32 WIB

Pemkab Trenggalek Siapkan Relokasi Bagi 71 Warga Terdampak Bencana Tanah Longsor di Desa Depok


					Pemkab Trenggalek Siapkan Relokasi Bagi 71 Warga Terdampak Bencana Tanah Longsor di Desa Depok Perbesar

 

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, memimpin rapat bersama jajaran terkait, di Gedung Bawarasa,Senin, 02 Juni 2025.

 

PanselaNews.com (TRENGGALEK) – Pemkab Trenggalek menyiapkan relokasi bagi warga terdampak bencana tanah longsor di Desa Depok,Kecamatan Bendungan,
Kabupaten Trenggalek.

Kejadian tanah longsor sendiri terjadi pada Senin sore, 19 Mei 2025 lalu, yang mengakibatkan 6 orang meninggal dunia akibat tertimbun material longsor.

Tidak hanya korban jiwa saja, relokasi ditujukan bagi 71 KK yang terdampak maupun bagi KK yang tempat tinggalnya dinyatakan sangat rawan.

Selain relokasi, juga dibahas oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek mengenai kebutuhan mendesak untuk masyarakat sekarang. Salah satunya adalah air bersih.  Kemudian perlunya dilakukan patroli untuk kesiapsiagaan bencana susulan ketika hujan di malam hari. Patroli ini diperlukan karena warga masih beraktivitas di sekitar rumah dan itu mata pencaharian mereka.

BACA JUGA  Ketua DPD Usulkan Program Makan Bergizi Gratis, Manfaatkan Zakat untuk Pembiayaan

Bupati Trenggalek usai memimpin rapat bersama jajaran terkait mengatakan ” untuk Depok, tanah sudah di usulkan oleh Kepala Desa. Dan Pemerintah Provinsi juga sudah menyanggupi sama seperti kasus-kasus yang lain,” ucap Bupati Trenggalek, di Gedung Bawarasa,Senin, 2 Juni 2025.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi, tinggal nanti tanahnya ketika sudah kita sepakati, baru kita laksanakan. “Prioritas warga yang direlokasi sebanyak 71 KK. Karena itu ternyata rawan, topsoilnya tidak terlalu dalam. Terus batuannya juga beresiko Sliding,” sambungnya.

Ditanya kesediaan warga untuk relokasi, Mas Ipin menegaskan tentunya masyarakat juga memprioritaskan keselamatan. Yang penting bagi warga lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat mereka mencari mata pencaharian.

BACA JUGA  Presiden Prabowo Tutup Retret Kepemimpinan Kepala Daerah: Puncak Kegiatan di Akmil Magelang

Lokasi relokasi sendiri sudah diusulkan oleh desa.Tetapi kita akan melihat kelayakannya.
Sama seperti yang kemarin di Ngrandu, desa mengusulkan titik, tetapi  bagi kami titiknya tetap masih rawan.

Karena yang diusulkan masih di daerah dengan kemiringan lebih dari 30 sampai 45%. Kalau mau Cut and Fill, harganya juga lebih mahal dari membangun rumahnya sendiri. Maka kita minta lahannya yang memang aman. Tidak berada di kawasan yang rawan. Kemudian secara anggaran kita juga bisa optimalkan.

Kades Depok, Kecamatan Bendungan, Sugeng Asmoro membenarkan terkait rencana relokasi bagi warganya yang terdampak bencana tanah longsor beberapa waktu yang lalu.

BACA JUGA  Harga Tiket Pesawat Turun 13-14%, Mudik Lebaran 2025 Lebih Terjangkau

“Untuk relokasi beberapa waktu lalu dari berbagai pihak baik BPBD kemudian  Perhutani, ada satu titik yang direncanakan. Cuma itu belum pasti, karena nanti masih di ajukan ke Badan Geologi terkait keamanannya,” terang mantan anggota DPRD Trenggalek itu.

Sampai saat ini data yang masuk dari warga kami yang direncanakan ada sekitar 71 KK. 15 KK di lahan sendiri, sedangkan 57 ikut pemerintah. “Masyarakat yang kondisinya harus direlokasi, mereka mengikuti rencana relokasi ini. Karena tidak ada pilihan lain. Terlebih kalau sekarang ini hujan mereka merasa ketakutan, mengungsi ketika terjadi hujan,” tutup Sugeng.

Editor: Sarno Kenes

Penulis

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tamu se-Nusantara Dibikin Ketagihan Kuliner Jawa Tengah

12 September 2026 - 15:11 WIB

Menag RI Puji Kesiapan Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional

12 September 2026 - 14:47 WIB

Gara-gara Cemburu, Suami di Tulungagung Bakar Mobil Tetangga

12 September 2026 - 07:45 WIB

MTQ Nasional di Jateng Jadi Momen Pulang ke “Rumah Kedua” Gubernur Kaltara

12 September 2026 - 06:57 WIB

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Al-Qur’an sebagai “Living Qur’an”

11 September 2026 - 20:07 WIB

Olahraga Pagi Sambil Cek Kesehatan Gratis, Biddokkes Polda Jateng Layani 150 Warga di Lapangan Sidodadi

11 September 2026 - 11:11 WIB

Trending di Berita Terkini