Komunitas Banda1942 dan Santri Gotong Royong Tambal Jalan Berlubang
Panselanews.com [BLITAR] – Sekelompok pemuda dari Komunitas Banda1942 di Kabupaten Blitar menunjukkan kepedulian sosial dengan memperbaiki jalan rusak secara swadaya di beberapa titik, seperti di Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, dan Kecamatan Kanigoro. Aksi ini, yang diunggah melalui akun TikTok @banda1942, bertujuan mengurangi risiko kecelakaan akibat lubang jalan yang membahayakan pengguna jalan.
Dalam kegiatan ini, sekitar 50 santri dari Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 2 Blitar turut membantu. Proses perbaikan dimulai dengan menandai lubang jalan menggunakan cat semprot sebagai peringatan dini bagi pengendara, kemudian dilanjutkan dengan pengecoran beton secara manual. “Aksi ini murni bentuk kepedulian kami untuk keselamatan pengguna jalan, tanpa bermaksud menyalahkan pihak mana pun,” ujar perwakilan Komunitas Banda1942 yang enggan disebut namanya, dikutip dari unggahan TikTok @banda1942.
Aksi ini mendapat respons positif dari warganet, yang memuji inisiatif pemuda dan santri dalam menangani masalah infrastruktur secara mandiri. Video perbaikan jalan yang diunggah di TikTok dan Instagram telah ditonton ribuan kali, menginspirasi banyak pihak untuk turut peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulkifli Kurniawan, belum memberikan tanggapan resmi terkait aksi ini. Namun, dalam pernyataan sebelumnya pada 18 April 2025, Hamdan menyebutkan bahwa anggaran terbatas menjadi kendala utama dalam perbaikan jalan di Kabupaten Blitar. “Kami prioritaskan perbaikan darurat melalui Unit Reaksi Cepat (URC) dengan metode tambal sulam, sembari menunggu alokasi anggaran tambahan,” ujarnya.
DPUPR Blitar telah mengalokasikan Rp 3 miliar untuk URC pada 2025, yang digunakan untuk perbaikan sementara jalan rusak, terutama jelang arus mudik Lebaran. Meski demikian, warga kerap mengeluhkan lambatnya penanganan jalan rusak di beberapa wilayah, seperti di Kecamatan Ponggok dan Selorejo, yang menjadi pemicu aksi swadaya masyarakat.
Komunitas Banda1942 berharap aksi ini dapat menggugah kesadaran kolektif untuk menjaga infrastruktur jalan demi keselamatan bersama. Mereka juga mengajak masyarakat untuk melaporkan kerusakan jalan ke pemerintah setempat agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.(dari berbagai sumber)
Editor: Tri Wahyudi









