Menu

Mode Gelap
Breaking News: Terbukti Lakukan Pelanggaran Berat, AKBP B Disanksi PTDH BREAKING NEWS! Telah Dibuka Penerimaan Bintara Brimob Polri TA 2026, Ini Syaratnya BREAKING NEWS: KPK Resmi Tahan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Hearing Soal Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup Puluhan Massa MPKB Tolak Tambang Ilegal, Dewan Blitar Setuju Ditutup

Jawa Tengah · 23 Mar 2025 16:15 WIB

Perempuan Pesantren: Pilar Strategis Membangun Generasi Emas di Tengah Tantangan Peradaban


					Ny. Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, Ketua Dewan Penasehat Pimpinan Pusat JPPPM, dalam Talkshow Gebyar Ramadan bertajuk Perbesar

Ny. Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, Ketua Dewan Penasehat Pimpinan Pusat JPPPM, dalam Talkshow Gebyar Ramadan bertajuk "Perempuan Pesantren: Pilar Perubahan dalam Membangun Generasi Emas" pada Sabtu, 22 Maret 2025./ Foto: Ist

Ning Nawal: Peran Ulama Perempuan dalam Sejarah Harus Jadi Inspirasi Perubahan

PanselaNews.com, Semarang – Perempuan pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk peradaban dan mencetak generasi emas, sebagaimana disampaikan Ny. Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, Ketua Dewan Penasehat Pimpinan Pusat JPPPM, dalam Talkshow Gebyar Ramadan bertajuk “Perempuan Pesantren: Pilar Perubahan dalam Membangun Generasi Emas” pada Sabtu, 22 Maret 2025. Dalam webinar yang diselenggarakan JPPPM ini, Ning Nawal menyoroti kontribusi besar ulama perempuan dalam sejarah Islam, seperti Sayyidah Aisyah, Hafsah, dan Ummu Salamah, yang menjadi guru bagi para sahabat laki-laki. Ia menegaskan, perempuan tidak hanya berperan di ranah domestik, tetapi juga dalam kepemimpinan dan ilmu pengetahuan.

BACA JUGA  Kakorlantas Polri Menyapa Ratusan Anggota Komunitas Motor di Jateng

Namun, Ning Nawal yang juga Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah ini menyayangkan bahwa perkembangan zaman justru menenggelamkan peran perempuan. Domestifikasi telah membatasi ruang gerak perempuan, menjauhkan mereka dari ilmu kepemimpinan, politik, dan budaya, serta membatasi aktivitas pada urusan rumah tangga. “Perempuan dipaksa kembali ke rumah, padahal sejarah membuktikan mereka mampu menjadi agen perubahan,” ujarnya. Ia mencontohkan ulama perempuan Indonesia seperti Rahmah el-Yunusiyah, Nyai Khoiriyah Hasyim, dan Sultanah Safiatudin, yang turut membentuk generasi bangsa melalui pendidikan dan kepemimpinan.

BACA JUGA  Panggilan Kepada Masyarakat Kabupaten Wonogiri, PELATARAN  (Pelayanan Tanah Akhir Pekan) Kantor Pertanahan Wonogiri Tetap Hadir Membantu Masyarakat

Di lingkungan pesantren, peran Bu Nyai juga tak kalah penting. Sebagai role model, Bu Nyai tidak hanya mengelola religiositas dan akhlak santri, tetapi juga menjadi ahli perencanaan, organisasi, dan penggerak perubahan sosial. Ning Nawal, yang tengah menempuh studi Doktor Ilmu Al Quran dan Tafsir, menekankan bahwa perempuan pesantren memiliki peluang besar dalam membangun generasi emas melalui bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga gerakan sosial. “Perempuan pesantren harus mengisi ruang-ruang strategis ini untuk mewujudkan perubahan,” tambah menantu Mbah Maimoen Zubaer tersebut.

Baca juga: Nawal Arafah Yasin Resmikan Ketua TP PKK dan Tim Pembina Posyandu se-Jateng 2025-2030

BACA JUGA  Ribuan Pendukung Ahmad Luthfi-Taj Yasin dan Tarso-Teguh Padati Alun-alun Nguntoronadi

Webinar yang diikuti sekitar 100 anggota JPPPM dari berbagai wilayah, termasuk Australia dan Jerman, juga menghadirkan Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Guru Besar Sejarah Politik Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Durotul Ma’munah, Ketua Penyelenggara, menambahkan bahwa peringatan Hari Perempuan Nasional setiap 8 Maret menjadi pengingat akan perjuangan perempuan global. “Maret adalah bulan istimewa bagi JPPPM untuk menguatkan peran perempuan pesantren di kancah internasional,” katanya. Acara ini menjadi momentum untuk menggali potensi perempuan dalam membangun masa depan bangsa.(*)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ini Pemenang Logo Hari Jadi ke-81 Jateng, Padukan Batik Parang dan Ukir Lung-lungan

28 Juli 2026 - 19:46 WIB

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polda Jateng Imbau Warga Tidak Membakar Lahan dan Segera Laporkan Titik Api

26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Respons Cepat Laporan Titik Api, Polisi Pastikan Tidak Ada Kebakaran Aktif di Perhutani Gemawang Ngadirojo

26 Juli 2026 - 19:43 WIB

Wajah Baru Pelayanan Publik, SPKT Polda Jateng Hadirkan Kenyamanan, Humanis, dan Bebas Pungli

26 Juli 2026 - 07:00 WIB

Apel Kesiapsiagaan Bencana Alam di Jatisrono, Perkuat Sinergi dan Kewaspadaan Hadapi Potensi Bencana

26 Juli 2026 - 06:45 WIB

Iwapi Jateng Gelar Pameran Produk Unggulan, Ajang Promosi UMKM Perempuan

26 Juli 2026 - 06:11 WIB

Trending di Berita Terkini