PanselaNews.com, Jakarta – Di era digital yang semakin maju, pers Indonesia kembali dibuat reflektif. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun, menyoroti tantangan yang dihadapi pers dalam menghadapi perubahan zaman. Dalam wawancara bersama Pro3 RRI, Senin (10/2/2025), Hendry mengungkapkan bahwa pers saat ini harus mampu bersaing dengan cepatnya informasi di media sosial sambil menjaga kualitas dan kredibilitas.
Hendry menegaskan bahwa pers tidak hanya bersaing dengan media massa lain, tetapi juga dengan platform media sosial yang memungkinkan siapa saja menyebarkan informasi dengan cepat. Namun, keunggulan pers terletak pada akurasi dan komitmen terhadap kode etik jurnalistik. “Media massa harus sigap dalam memfilter informasi agar tetap relevan dan terpercaya,” katanya.
Selain itu, Hendry juga menekankan pentingnya adaptasi teknologi. Di era kecerdasan buatan (AI), pers harus menyikapi perubahan dengan bijak. Dewan Pers telah mengeluarkan pedoman pemberitaan AI sebagai acuan bagi media massa. Namun, tantangan lain yang tak kalah besar adalah penyebaran hoaks, yang bisa merusak kredibilitas pers.
Baca juga: Selamat! 2 Personil Polres Wonogiri Terima Kenaikan Pangkat Pengabdian
Hendry juga mengajak wartawan untuk menjadi multi-platform, mampu membuat konten menarik dalam berbagai format. “Riset dan adaptasi adalah kunci agar pers tetap relevan di masa depan,” katanya. Dengan demikian, pers dapat menjaga keseimbangan antara profit dan kualitas jurnalistik, sekaligus mempertahankan perannya sebagai penyedia informasi terpercaya di tengah masyarakat.









